RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menjemput 12 perempuan asal Jabar yang diduga menjadi korban TPPO di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dedi Mulyadi sempat berbincang dengan 12 perempuan yang di antaranya berasal dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat hingga Kabupaten Karawang.
Dalam perbincangan tersebut, gubernur Jawa Barat juga memberikan semangat kepada belasan perempuan yang bekerja di salah satu tempat hiburan malam di NTT dan berterima kasih kepada Suster Ika yang telah membantu.
Gubernur Jabar menegaskan upayanya melakukan pendampingan terhadap para korban karena tidak ingin peristiwa serupa kembali terjadi.
"Agar peristiwa ini tidak terjadi pada yang lain bahwa nanti tidak boleh memperlakukan semena-mena warga Jabar," ujar gubernur Jawa Barat saat bertemu 12 perempuan asal Jabar di NTT sebagaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Mau berubah gak?" tanya Dedi Mulyadi dan dijawab mau secata kompak para perempuan tersebut.
Di antara para perempuan tersebut diketahui mereka telah memiliki anak yang tinggal di tempat asalnya tetapi sudah bercerai dengan sang suami.
"Pengen balik lagi ke sini?" tanya Dedi Mulyadi.
Para perempuan asal Jabar itu mengaku tidak ingin kembali ke tempat tersebut.
Setelah berbincang dengan belasan perempuan asal Jabar, Dedi Mulyadi kemudian memberi bantuan uang masing-masing Rp10 juta.
"Pasti orang tuanya ada yang nunggu di rumah, punya anak, saya titip satu orang Rp10 juta tolong itu dikirimkan minimal setengahnya untuk keluarganya," pesan gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi kembali menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi warga lainnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemrov Jabar) memberikan pendampingan kepada 12 warga asal Jawa Barat yang terlibat dalam kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Pendampingan dilakukan lewat Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat.
Editor : Eka Rahmawati