RADAR BOGOR - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menyalurkan sebanyak 4 ribu buku untuk mendukung kegiatan belajar di Sekolah Rakyat (SR) yang berada di Kabupaten Bandung Barat.
Ribuan buku tersebut didistribusikan sesuai jenjang pendidikan, yakni 1.500 eksemplar untuk tingkat sekolah dasar (SD), 1.500 buku bagi sekolah menengah pertama (SMP), serta 1.000 koleksi bacaan untuk sekolah menengah atas (SMA).
Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz, menyampaikan bahwa lembaganya menargetkan peningkatan koleksi bacaan di Sekolah Rakyat sebesar 10 persen setiap tahun sebagai upaya pembaruan dan pengayaan bahan literasi.
Ia menjelaskan, Perpusnas tidak hanya memberikan bantuan buku, tetapi juga menghadirkan program pendampingan teknis dalam pengelolaan perpustakaan.
Kegiatan tersebut melibatkan pustakawan berpengalaman serta tenaga kreatif guna memaksimalkan pemanfaatan koleksi melalui berbagai aktivitas literasi, seperti sesi membaca bersama, diskusi reflektif, penulisan ulang materi bacaan, hingga pengembangan proyek kreatif berbasis buku, termasuk pementasan sederhana.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Jamin Stok Pangan, BBM, dan LPG Aman
Hal tersebut disampaikan saat pembukaan Pelatihan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Tingkat Lanjut sekaligus Sosialisasi dan Pendampingan Akreditasi di Bandung Barat pada Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Aminudin, keterlibatan Perpusnas dalam program ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan bagian dari peran strategis negara dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar meningkatkan status sosial masyarakat, yakni mempersiapkan generasi pemimpin masa depan melalui proses pendidikan yang terencana. Ia menilai kepemimpinan saat ini bukan sesuatu yang muncul secara alami, melainkan harus dibentuk melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi, Menteri ESDM: Stok Aman
“Sekolah Rakyat bukan hanya soal perubahan status sosial, tetapi tentang menyiapkan pemimpin masa depan, pemimpin hari ini tidak lagi dilahirkan, tetapi dipersiapkan,” ujar Aminudin dalam pembukaan Pelatihan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Tingkat Lanjut serta Sosialisasi dan Pendampingan Akreditasi di Bandung Barat, Selasa, 3 Maret 2026.
Melalui kolaborasi bersama Kementerian Sosial, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Perpusnas optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi contoh penguatan budaya literasi di tingkat nasional.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menekankan bahwa perpustakaan memiliki peran fundamental dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didik.
Ia menilai dukungan Perpusnas merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang unggul dan mampu bersaing menghadapi dinamika global.
Menurutnya, perpustakaan juga menjadi ruang pembentukan generasi yang “cageur, bageur, bener, pinter, singer,” yakni sehat, berakhlak baik, berintegritas, cerdas, serta memiliki keterampilan.(rur)
Editor : Eka Rahmawati