Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Maritim DKI Jakarta dan Jawa Barat, Angin Hingga 47 Km/Jam Berpotensi Terjadi di Perairan Cirebon

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 8 Maret 2026 | 05:35 WIB

ILUSTRASI: BMKG peringatkan kondisi cuaca maritim wilayah perairan Jakarta dan Jawa Barat.
ILUSTRASI: BMKG peringatkan kondisi cuaca maritim wilayah perairan Jakarta dan Jawa Barat.

RADAR BOGOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan kondisi cuaca maritim untuk wilayah perairan DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Dalam periode 24 jam ke depan, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta mewaspadai potensi hujan, angin kencang, hingga badai guntur yang dapat terjadi di sejumlah perairan.

Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta menyampaikan, prakiraan cuaca ini berlaku selama 24 jam, mulai Minggu, 8 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 9 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam keterangannya kepada Radar Bogor, BMKG mengingatkan adanya potensi pembentukan awan konvektif di wilayah perairan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai angin kencang serta badai guntur.

Selain itu, BMKG juga mengimbau kewaspadaan terhadap peningkatan kecepatan angin maksimum yang dapat mencapai 25 knot atau sekitar 47 km/jam di perairan Cirebon, terutama pada periode pagi hingga siang hari.

Secara umum, kondisi cuaca di perairan DKI Jakarta dan wilayah utara Jawa Barat diprakirakan berkisar dari berawan hingga hujan ringan.

Namun, terdapat peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang pada pagi hingga siang hari di beberapa wilayah perairan.

Untuk kondisi angin, BMKG memprakirakan arah angin dominan bertiup dari barat hingga utara di wilayah perairan DKI Jakarta dan perairan utara Jawa Barat.

Kecepatan angin maksimum diperkirakan mencapai sekitar 20 knot atau setara 37 km/jam di beberapa wilayah perairan, seperti Kepulauan Seribu, Teluk Jakarta, perairan Bekasi–Karawang, Subang, dan Indramayu.

Sementara itu, di perairan Cirebon, kecepatan angin maksimum diprakirakan lebih tinggi, yakni hingga 25 knot atau sekitar 47 km/jam.

Adapun untuk kondisi gelombang laut, ketinggian gelombang maksimum di wilayah perairan tersebut diperkirakan berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Kondisi ini diprediksi terjadi di Teluk Jakarta, perairan Kepulauan Seribu, Bekasi–Karawang, Subang, Indramayu, hingga perairan Cirebon.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar tetap memperhatikan perkembangan cuaca serta memperbarui informasi resmi dari BMKG guna menghindari potensi risiko saat beraktivitas di laut. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#jawa barat #cuaca #jakarta #cirebon #perairan #bmkg