Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cerita Pemudik di Terminal Jatijajar Kota Depok, Demi Tiket Murah Mudik Lebih Awal

Ahmad Sopyan • Selasa, 10 Maret 2026 | 12:36 WIB

Sejumlah pemudik saat berada di Terminal Jatijajar Kota Depok
Sejumlah pemudik saat berada di Terminal Jatijajar Kota Depok

RADAR BOGOR - Situasi di Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok hingga H-10 Lebaran Idul Fitri masih sepi penumpang. Belum ada penumpukan penumpang.

Salah satu petugas PO Bus Handoyo, marno mengatakan, saat ini penumpang di Terminal Jatijajar masih dalam kondisi normal. "Masih normal belum ada lonjakan," katanya kepada Radar Bogor.

Ia mengatakan, puncak arus mudik di Terminal Jatijajar biassnya terjadi pada H-5 Lebaran. Biasanya penumpang banyak yang ke daerah tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Minggu depan sepertinya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Terminal Tipe A Jatijajar Depok, Rafik Hidayat mengatakan, Terminal Jatijajar menjadi salah satu titik pemberangkatan.

Ia mengatakan, untuk persiapan dari terminal yakni perencanaan alur bus dan alur penumpang.

Pihaknya akan membuat skema pengaturan bus dan penumpang, agar tidak terjadi penumpukan penumpang. "Sudah kami siapkan,” katanya.

Sementara itu perihal Bus untuk mudik gratis, pihaknya juga akan dilakukan penataan agar tidak mengganggu operasional bus reguler. “Penempatan bus mudik gratis agar tidak mengganggu operasional bus reguler,” paparnya.

Ia memaparkan, Terminal Jatijajar juga selalu siaga melayani warga pada masa angkutan lebaran.

Termasuk soal Ramp check. Kata dia, Terminal Jatijajar rutin melakukan ramp check terhadap bus yang akan membawa penumpang ke sejumlah lokasi tujuan.

“Untuk ramp check kami rutin, untuk gabungan kami belum dapat informasi lengkapnya,” jelasnya.

Berangkat Lebih Awal, Demi Baju Lebaran Anak istri di Kampung

Meski belum ada lonjakan, namun, sejumlah pemudik tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mulai melakukan perskan mudik.

Mereka memilih brangkat lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan tiket mudik yang biasanya naik hingga dua kali lipat.

Cahyono salah satunya. Ia mengaku berangkat lebih awal. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang keliling itu memilih untuk berangkat lebih awal.

"Istri anak di Jawa, ini sudah 2 tahun gak pulang, sekarang berangkat lebih awal biar tiket lebih murah," katanya kepada Radar Bogor.

Ia mengaku dirinya sudah menabung sejak lama, dan memilih berangkat lebih awal. Sehingga selisih uang tiket bisa untuk belikan baju baru buat anak dan istri.

"Lumayan selisihnya bisa sampah 400 ribu, bisa buat beli baju baru untuk anak istri di kampung," ujarnya.

Cahyono mengaku dirinya tak terbatas oleh waktu kerja. Sehingga dirinya bisa berangkat mudik kapan saja.

"Iya, Alhamdulillah ini Sudah cukup buat mudik, ingin lebih lama juga di kampung, Kagen anak dan istri. Kala dagang gini, kita sendiri yang atur libur, jadi bisa berangkat lebih awal," tuturnya.

Senada dikatakan oleh Widodo, pemudik lainya. Ia memilih berangkat lebih awal untuk mendapatkan tiket lebih murah.

Pria yang juga berprofesi sebagai pedagang makanan keliling itu memilih untuk berangkat lebih dulu.

"Sudah 3 tahun gak mudik, sangu (uang bekal) sudah cukup, jadi berangkat sekarang, biar lebih murah," katanya.

Ia mengaku dengan berangkat lebih awal bersama dengan istrinya, bisa menghemat hampir 1 juta rupiah. Selain itu, dirinya juga berencana untuk berada di kampung halaman selama sebulan.

"Iya, sebulan, orang tua sudah sepuh. Terus kangen anak juga. Kebetulan anak tinggal di Jawa," tukasnya. (faj)

Editor : Yosep Awaludin
#kota depok #Terminal Jatijajar #penumpang