RADAR BOGOR - Jumlah pemudik pada libur Lebaran 2026 diprediksi menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Polri tetap mengantisipasi potensi lonjakan pergerakan masyarakat di lapangan.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi memaparkan, berdasarkan hasil survei yang dipaparkan Menteri Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Angka itu lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. "Turun sebesar 2,57 juta orang atau 1,75 persen," katanya kepada Radar Bogor Jumat 13 Maret 2026.
Meski secara survei terjadi penurunan sebesar 1,75 persen, Dedi menegaskan Polri tidak akan lengah.
Terlebih, terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik.
Seperti diskon tarif tol dan tiket tranportasi umum. "Hingga kebijakan Work from Home (WFH) dan Work from anywhere (WFA)," paparnya.
Puncak Arus Mudik Dua Gelombang
Puncak arus mudik lebaran idul Fitri tahun 2026 diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Made memaparkan, berdasarkan rakor lintas sektoral, puncak arus mudik terdandi dalam dua gelombang.
"Untuk puncak arus mudik, diprediksi terjadi pada 14-15 Maret dan pada 18-19 Maret 2026," paparnya.
Sementara itu, untuk pengamanan mudik lebaran 2026 Polri menyiapkan 2.746 Pos yang terdiri dari 1.624 pos Pam, 779 Pos Yang dan 343 Pos terpadu. "Untuk di Kota Depok ada 8 pos Pam dan pos yan," paparnya.
Adapun untuk jumlah personel gabungan yang disiagakan di Depok selama operasi Ketupat Jaya 2026, sebanyak 675 personel. Terdiri dari gabungan Polres dan Polsek, TNI, Dishub dsn Satpol PP," paparnya.
Keberangkatan Pemudik Mulai Meningkat
Arus keberangkatan penumpang di Terminal Tipe A Jatijajar, Depok, diprediksi akan mulai mengalami lonjakan signifikan pada Jumat sore 13 Maret 2026.
Kepala Terminal Jatijajar Depok, Rafik Hidayat, mengatakan, pergerakan pemudik akan mulai terlihat padat seiring dengan berakhirnya jam kerja di penghujung pekan.
Menurutnya, peningkatan volume penumpang sore ini tak lepas dari kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur kombinasi kerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) dan kerja dari kantor (Work From Office/WFO).
Aturan tersebut berlaku untuk hari Senin hingga Selasa (16-17 Maret 2026) mendatang. Kelonggaran ini praktis memberikan celah bagi para ASN dan pegawai swasta untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal, yakni mulai Jumat sore ini.
"Kemungkinan mulai hari Jumat sore itu mulai ada peningkatan,” katanya kepada Radar Bogor. (faj)
Editor : Yosep Awaludin