RADAR BOGOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bersama BPBD di tingkat kabupaten dan kota berencana membuka 82 Posko Mudik Idulfitri yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama arus mudik Lebaran 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali, menjelaskan bahwa posko tersebut terbagi menjadi dua kategori, yakni posko utama dan posko pendukung. Posko utama ditempatkan di kantor BPBD kabupaten maupun kota, sedangkan posko pendukung akan didirikan di sejumlah lokasi yang memiliki kerawanan bencana, seperti jalur rawan longsor, daerah rawan banjir, hingga kawasan wisata alam.
Jumlah posko di setiap wilayah tidak sama, karena disesuaikan dengan tingkat risiko bencana di daerah tersebut. Beberapa daerah bahkan memiliki hingga lima posko pendukung, seperti di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran. Sementara daerah lainnya hanya menyiapkan antara satu sampai empat posko tambahan.
"Selain memberikan layanan penanganan bencana, kami juga menyediakan tempat istirahat di Posko Mudik Idulfitri," kata Teten Ali dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Teten menuturkan bahwa setiap posko akan dilengkapi dengan personel serta peralatan penanggulangan bencana. Dalam pelaksanaannya, BPBD juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Palang Merah Indonesia serta sejumlah organisasi terkait.
Baca Juga: Musim Kemarau Diperkirakan Mulai April, BMKG: Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus 2026
Selain berfungsi untuk penanganan situasi darurat, posko tersebut juga disediakan sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang membutuhkan waktu beristirahat selama perjalanan.
Posko Mudik Idulfitri ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 14 Maret hingga 28 Maret 2026.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi kondisi cuaca selama periode Idulfitri tahun ini cenderung didominasi awan tebal disertai potensi hujan dengan intensitas tinggi. Bahkan, wilayah Jawa Barat diperkirakan berpeluang mengalami curah hujan sangat lebat pada periode tersebut.
BMKG pun mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca selama perjalanan mudik melalui sejumlah layanan informasi resmi, seperti INASIAM untuk sektor penerbangan, INA-WIS bagi pelayaran, serta DWT (Digital Weather for Traffic) yang menyediakan informasi cuaca untuk transportasi darat.