Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Masjid Baiturrahman, Masjid Merah yang Ikonik dan Bersejarah di Jalan Tole Iskandar Kota Depok  

Ahmad Sopyan • Minggu, 15 Maret 2026 | 09:20 WIB

Masjid Baiturrahman atau dikenal sebagai Masjid Merah Depok. Salah satu masjid ikonik di Kota Depok.
Masjid Baiturrahman atau dikenal sebagai Masjid Merah Depok. Salah satu masjid ikonik di Kota Depok.

RADAR BOGOR - Bagunan masjid itu begitu megah. Lokasinya di pinggir Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Kota Depok. Letaknya sebelah kiri jalan. Masjid itu bernama Masjid Baiturrahman. Salah satu masjid ikonik di Kota Depok.

Warna masjid yang didominasi warna merah, membuat, Masjid Baiturrahman dikenal luas sebagai Masjid Merah Depok.

Bangunan Masjid Baiturrahman itu memiliki arsitektur modern dengan kubah besar berwarna merah kecokelatan, jendela lengkung bermotif islami, serta pilar-pilar marmer di bagian pintu masuk yang menghadap halaman parkir luas.

Masjid Baiturrahman tersebut berperan bukan hanya sebagai tempat ibadah semata, tetapi menjadi simbol yang menonjol dan menarik perhatian di kawasan itu.

Selama Ramadhan, masjid itu bersolek. Masjid Baiturrahman menyajikan narasi menarik mengenai desain arsitekturnya dan 'Kampung Ramadan' yang dirancang untuk melayani baik jamaah maupun wisatawan.

Sabtu malam, Radar Bogor berkunjung ke Masjid Merah Depok itu. Ikut solat tarawih berjamaah di sana.

Pada 10 hari malam terahir Ramadhan 2026, usia tarawih, sejumlah jamaah masjid masih bediam di sana. Mereka melakukan itikab di masjid tersebut.

Di dalam masjid itu suasana malam Ramadhan terasa hidup. Ada yang membaca Al Qur'an, ada yang berzikir. Ada juga yang makan bersama di teras masjid.

Di malam itu, Radar Bogor juga bertemu dengan seorang pria. Namanya, Nursyamsu Hidayat. Ia merupakan Bidang kemasjidan Yayasan Masjid Baiturrahman, atau masjid Merah Depok.

Iapun bercerita, sedikit sejarsh masjid merah Depok itu. Pemilihan warna merah, kata dia tidak dilakukan secara sengaja.

Warna merah dipilih secara spontan, tidak didasari oleh filosofi yang kompleks pada saat pembangunannya.

"Gak sengaja d cat merah, mengalir saja. Tapi, mala jadi identitas kuat masjid Baiturrahman," ujar Nursyamsu mengawali perbincangan.

Ia mengatakan, awal berdiri masjid tersebut tidak sebesar ini. Seiring berjalan waktu, dilakukan pembangunan masjid secara total hinga menjadi seperti saat ini. "Dulu ini musala. Lokasinya di bawah jalan raya, gak seperti saat ini," paparnya.

Ia mengatakan, sebelum semegah sekarang, masjid ini memiliki sejarah panjang. Cikal bakal masjid diperkirakan sudah ada pada 1970-an, seiring dengan pembangunan Perumnas di kawasan tersebut.

"Itu diperkirakan pada 70-an itu. Nah, nanti ada masjid sebelum itu direnovasi, ada sekitar tahun 78 atau berapa gitu, itu masjid itu kubahnya hijau," kata Nursyamsu.

Ia menceritakan, untuk renovasi besar-besaran menuju bentuk bangunan saat ini dimulai sekitar tahun 2011 dan terus disempurnakan hingga 2019. Kini, Masjid Merah berdiri kokoh siap menampung lonjakan jemaah.

Tak hanya berbuka, masjid ini juga hidup di malam hari. Terutama di 10 malam terakhir, terdapat kegiatan Itikaf, Qiyamul Lail pukul 02.30 WIB, hingga sahur bersama. "Sahur bersama di 10 malam terakhir Itikaf itu kami memfasilitasi," ujarnya.

Ia mengatakan, Masjid Baiturrahman juga dikenal sebagai masjid yang memiliki fasilitas Toilet 24 jam. Kata dia, masjid membuka akses toilet dan tempat wudu selama 24 jam penuh.

"Kamar mandi kami buka 24 jam, nggak dikunci. Kapan saja orang mau ke masjid kami, urusan ke kamar mandi selalu terbuka. Tidak ada tarif, tidak ada yang nungguin, kami cuma siapkan kotak infak aja, terserah mau bayar mau nggak," ujar Nursyamsu. (faj)

Editor : Yosep Awaludin
#kota depok #Masjid Baiturrahman #masjid merah depok