Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran, Basarnas Siaga di Titik Rawan Bencana Jawa Barat hingga Akhir Maret

Rani Puspitasari Sinaga • Selasa, 17 Maret 2026 | 12:37 WIB

Photo
Photo

RADAR BOGOR - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyiapkan ratusan personel guna mengantisipasi potensi kecelakaan serta kondisi darurat, atau titik rawan bencana selama arus mudik dan balik lebaran 1447 Hijriah di wilayah Jawa Barat.

Kesiapsiagaan Basarnas Jawa Barat ini berlangsung mulai 14 hingga 30 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat untuk mudik, berwisata, maupun aktivitas lainnya saat libur lebaran.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyampaikan, sebanyak 137 personel Basarnas telah disiagakan dan akan ditempatkan di berbagai titik strategis, baik di jalur transportasi maupun kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung di libur lebaran.

Penempatan personel ini bertujuan mempercepat respons dalam menghadapi kemungkinan kecelakaan transportasi, bencana alam, atau situasi darurat lainnya selama periode mudik.

Ia menjelaskan bahwa titik-titik penempatan difokuskan pada lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Dari total personel tersebut, sebanyak 86 orang berasal dari Kantor SAR Bandung. Sementara itu, dukungan tambahan datang dari sejumlah pos SAR di daerah, seperti Pos SAR Cirebon dengan delapan personel, Tasikmalaya sembilan personel, serta Pangandaran tujuh personel.

Personel tambahan juga dikerahkan dari Unit Siaga SAR di wilayah Cianjur dan Karawang.

Seluruh tim akan bertugas selama masa siaga untuk memastikan proses pencarian dan pertolongan dapat dilakukan dengan cepat jika terjadi keadaan darurat.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus penempatan meliputi jalur padat seperti Nagreg di Kabupaten Bandung dan Lingkar Gentong di Tasikmalaya, serta kawasan Pelabuhan Cirebon.

Selain itu, destinasi wisata seperti Pantai Pangandaran dan Pantai Santolo juga menjadi prioritas pengamanan karena tingginya aktivitas wisatawan selama libur lebaran.

Di sektor jalan tol, personel SAR juga disiagakan di sejumlah titik penting, antara lain KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, serta KM 102 dan KM 207 yang merupakan jalur utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan jika terjadi kecelakaan lalu lintas atau situasi darurat lainnya.

Selain menyiapkan personel, Basarnas juga melengkapi operasi dengan berbagai peralatan pendukung.

Di antaranya kapal penyelamat KN SAR Setyaki 202, kendaraan rescue car dan rescue truck, serta kendaraan taktis seperti ATV dan motor trail untuk menjangkau area sulit.

Untuk operasi di perairan, disiapkan pula perahu karet, rigid inflatable boat (RIB), dan rigid buoyant boat (RBB). Sementara itu, peralatan ekstrikasi digunakan dalam proses evakuasi korban kecelakaan kendaraan.

Dukungan teknologi juga diperkuat dengan penggunaan drone thermal yang memungkinkan pemantauan dari udara serta membantu mendeteksi keberadaan korban dalam situasi darurat tertentu.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#basarnas #jawa barat #lebaran #mudik