RADAR BOGOR - H-4 Hari Raya Idul Fitri 2026, pemudik yang berangkat dari Terminal Jatijajar, Kota Depok terus meningkat. Ada ribuan pemudik dari Depok yang melaksanakan perjalanan mudik Selasa, 17 Maret 2026 melalui Terminal Jatijajar menjelang Lebaran.
Ribuan pemudik itu terdiri dari para peserta mudik gratis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) maupun mereka yang mudik menggunakan bus reguler.
Irjen Kemenhub, Djarot Tri Wardhono mengatakan, sebanyak 3.000 pemudik asal Kota Depok yang mengikuti program mudik gratis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diberangkatkan melalui terminal Jatijajar, Kota Depok, pada Selasa 17 Maret 2026 pagi.
Ribuan warga Depok yang mengikuti program mudik gratis tersebut diberangkatkan ke sejumlah kota tujuan yang ada di pulau Jawa dan Sumatera. Seperti, Lampung, Bengkulu, Padang, dan juga Palembang. Lalu, Purwokerto, Sragen, Jepara, Surabaya, dan beberapa lokasi lainnya.
Sementara itu untuk jumlah armada bus yang mengangkut warga Depok peserta mudik gratis tersebut, ada sebanyak 76 bus.
" Ada 76 bus yang mengangkut sekitar 3.000 pemudik," katanya kepada Radar Bogor Selasa, 17 Maret 2026.
Lebih lanjut, Djarot menuturkan, program mudik gratis tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih kesulitan untuk bisa pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Selain itu, juga untuk mengurangi penggunaan sepeda motor yang memiliki resiko cukup tinggi.
Sementara itu untuk puncak arus mudik, ia memprediksi terjadi pada Rabu 18 Maret 2026 yang mana perjalanan menggunakan angkutan darat yang paling banyak.
"Malam ini sudah mulai naik, 18 Maret kami kira adalah puncak mudik dari arah Jakarta dan sekitarnya," paparnya.
Sementara itu pantauan Radar Bogor, sejumlah pemudik yang menggunakan bus reguler nampak sudah mulai berdatangan sejak Selasa sore. Tampak pemudik memenuhi ruang tunggu penumpang. Ada pula yang berada di area keberangkatan bus.
Sebagian dari mereka sudah memesan tiket mudik sejak jauh hari. Namun, ada juga pemudik yang baru membeli tiket lantaran tak dapat program mudik gratis.
Ilham salah satunya. Ia mengaku dirinya tak berhasil mendapatkan tiket mudik gratis. Sehingga ia memilih menggunakan bus reguler.
"Iya, gak dapet tahun ini, tapi tetap mudik. Karena memang sudah mempersiapkan. Kalau dapat mudik gratis syukur, kalau gak ya tetap pulang kampung buat bertemu ibu di rumah," katanya kepada Radar Bogor.
Sementara itu, Cahyono mengatakan dirinya memang sudah memesan tiket jauh hari untuk mudik.
"Iya, sudah pesan dari lama, setiap tahun mudik. Selama ibu masih hidup, saya selalu berusaha untuk bisa pulang kampung," katanya.(Faj)
Editor : Eka Rahmawati