Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Selametan Lebaran Itu Apa Sebenarnya, Momen Belanja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jelang Idul Fitri 2026 Tuai Perhatian Ibu-ibu

Gabriel Anderson Nainggolan • Jumat, 20 Maret 2026 | 07:07 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan emak-emak di salah satu pasar tradisional.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bertemu dengan emak-emak di salah satu pasar tradisional.

RADAR BOGOR - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas Gubernur Jawa Barat Dedi mulyadi saat berbelanja kebutuhan Lebaran menarik perhatian publik.

Dalam video yang beredar pada kanal YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi terlihat menyiapkan berbagai bahan makanan yang disebut akan digunakan untuk keperluan selametan Lebaran, sebuah tradisi yang masih dijalankan sebagian masyarakat di Indonesia.

Kegiatan belanja tersebut memperlihatkan suasana persiapan hari raya yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Tanpa penjelasan panjang, aktivitas itu justru memunculkan rasa penasaran warganet mengenai istilah “Selametan Lebaran” yang mungkin belum familiar bagi sebagian orang.
 
Baca Juga: Valentino Rossi Tak Pernah Alami 'Arm Pump' Sepanjang Karier di Ajang Balapan MotoGP, Ini Alasannya
 
Selametan dikenal sebagai tradisi masyarakat Jawa dan Sunda yang biasanya dilakukan dalam berbagai momen penting, termasuk setelah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini umumnya berupa doa bersama yang dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur atas berkah dan keselamatan yang diberikan Tuhan.
 
Dalam konteks Lebaran, selametan sering dimaknai sebagai ungkapan syukur setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kebersamaan dan saling berbagi makanan.
 
Momen persiapan yang ditunjukkan KDM menggambarkan bahwa tradisi Lebaran tidak selalu identik dengan perayaan besar atau kemewahan. Justru, persiapan sederhana seperti membeli kebutuhan makanan bersama masyarakat mencerminkan nilai kebersamaan yang masih kuat dijaga.
 
Baca Juga: Bukan THR Rp600 Ribu di KKS, Ini Sumber Saldo Sebenarnya dari Bansos PKH dan BPNT Jelang Lebaran 2026
 
Tradisi selametan sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya lokal Nusantara. Dalam praktiknya, masyarakat biasanya berkumpul secara santai, memanjatkan doa, lalu menikmati hidangan bersama tanpa memandang perbedaan latar belakang sosial.
 
Meski demikian, istilah selametan kerap disalahpahami oleh sebagian orang yang belum mengenal tradisi tersebut. Padahal, dalam pelaksanaan modern, kegiatan ini lebih menekankan aspek sosial dan spiritual berupa rasa syukur serta mempererat silaturahmi.
 
Selain memiliki nilai religius, selametan juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial masyarakat. Momentum berkumpul bersama menjadi cara sederhana untuk menjaga hubungan antarwarga tetap harmonis, terutama setelah menjalani bulan Ramadhan.
 
Baca Juga: Cicipi Pizza Rasa Rendang, Perpaduan Kuliner Barat dan Nusantara yang Bikin Penasaran, Tanboy Kun: Ini Unik
 
Aktivitas belanja jelang Lebaran yang dilakukan KDM secara tidak langsung memperlihatkan bagaimana tradisi lokal masih hidup di tengah masyarakat modern. Persiapan tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya tetap berjalan berdampingan dengan kehidupan masa kini.
 
Melalui momen tersebut, publik kembali diingatkan bahwa Lebaran bukan hanya tentang perayaan pribadi, tetapi juga tentang kebersamaan dan rasa syukur yang diwujudkan lewat tradisi sosial seperti selametan, yang hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.***
Editor : Asep Suhendar
#dedi mulyadi #idul fitri #gubernur jawa barat #lebaran