RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pesan reflektif sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat saat pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Gedung Sate, Kota Bandung.
Dalam sambutannya, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) mengajak, seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai waktu perenungan diri.
Dedi Mulyadi menekankan, pentingnya melakukan evaluasi atas perjalanan hidup, baik dalam aspek pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat.
KDM menggambarkan, dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap melakukan kesalahan, baik yang disadari maupun tidak.
Menurutnya, berbagai tindakan yang dipengaruhi emosi dan hawa nafsu sering kali berdampak pada pelanggaran terhadap hak orang lain.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menyampaikan, permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh warga Jawa Barat atas kinerja pemerintah selama masa kepemimpinannya hingga memasuki Syawal 1447 Hijriah.
"Sebagai Gubernur Jawa Barat, saya mohonan maaf kepada semua warga," jelas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
KDM menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya hadir untuk melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, Dedi Mulyadi mengakui masih banyak persoalan yang belum terselesaikan secara optimal.
Di sektor infrastruktur, misalnya, masih terdapat jalan rusak di berbagai daerah, sistem irigasi yang belum memadai, serta rumah warga yang belum layak huni.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) juga menyoroti persoalan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Masih ada anak-anak yang belum tertampung secara maksimal di sekolah, serta masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan akibat kendala administrasi, termasuk kepesertaan BPJS.
Dedi Mulyadi menilai kondisi tersebut seharusnya bisa diminimalisasi jika pengelolaan anggaran dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
KDM menegaskan, komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam tata kelola pemerintahan.
Di akhir penyampaiannya, Dedi Mulyadi kembali menegaskan permohonan maaf kepada masyarakat serta memohon ampun kepada Tuhan atas segala kekurangan, termasuk jika masih terdapat penggunaan anggaran yang belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan rakyat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim