RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menaruh perhatian pada video viral wisatawan yang mengeluhkan pungutan di Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut.
Pada sebuah video yang beredar di media sosial yang turut diunggah di Instagram @dedimulyadi, seorang wisatawan wanita mengungkapkan kekesalannya sambil memperlihatkan karcis yang harus ia bayar saat datang ke Pantai Sayang Heulang Garut.
"Di dieu tingali Rp15 ribu ceunah keur motor, Rp5 ribu keur penumpang, samotor Rp45 ribu (Di sini lihat Rp15 ribu katanya buat motor, buat penumpang Rp5 ribu, satu motor bayar Rp45 ribu)," ungkap wisatawan yang mengeluhkan dugaan pungli di Pantai Sayang Heulang.
Video keluhan wisatawan di Garut itu pun lantas viral di jagat maya hingga membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara serta menyayangkan dugaan pungutan liar alias pungli yang terjadi.
"Masuk pantai jangan terlalu banyak pungutan, akibatnya orang marah-marah, sehingga keluar kata-kata yang tidak pantas, marahnya memang tidak pantas tetapi penyebab kemarahannya pun perkara yang tidak pantas," ujar gubernur Jawa Barat menanggapi video viral sebagaimana dilansir dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu, 28 Maret 2026.
Dedi pun meminta Pemerintah Kabupaten Garut beserta jajaran terkait segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan masalah di daerah seharusnya dapat diselesaikan oleh pemerintah setempat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, tanpa harus selalu melibatkan pemerintah provinsi.
Baca Juga: Aturan Anak Usia di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
"Kan gak bagus kalau harus ditangani oleh gubernur, karena sudah ada camat, kepala desa, bupati, wakil bupati, bahkan wakil bupatinya mantu saya sendiri itu ya, tolong beresin ya jangan bikin malu Jawa Barat," tutup gubernur Jabar menyikapi peristiwa yang terjadi.
Editor : Eka Rahmawati