RADAR BOGOR - Manajemen RSUD Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mempercepat program vaksinasi measles-rubella (MR) bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes), setelah meninggalnya seorang dokter internship berinisial AMW (26) yang diduga sebagai suspek campak.
Direktur RSUD Pagelaran Cianjur Irvan Nur Fauzy menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyelesaikan pendataan status imunisasi seluruh pegawai dan tenaga medis guna mengetahui siapa saja yang memerlukan vaksin campak tambahan.
Ia menegaskan bahwa vaksinasi campak di RSUD Pagelaran Cianjur sebenarnya sudah berjalan, namun kini dipercepat pelaksanaannya.
Selain itu, rumah sakit bersama Kementerian Kesehatan RI juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE), termasuk menelusuri kontak erat serta memeriksa kondisi kesehatan seluruh karyawan.
Dari hasil pemeriksaan di berbagai instalasi, belum ditemukan tenaga kesehatan maupun pegawai yang menunjukkan gejala mirip campak.
Dua dokter internship yang sempat kontak dengan almarhum juga telah diperiksa dan dinyatakan dalam kondisi sehat.
Irvan menyebut, selama tidak ada gejala, tenaga kesehatan tetap dapat bekerja seperti biasa.
Namun demikian, pihak rumah sakit meningkatkan kewaspadaan serta meninjau kembali standar operasional demi menjamin keselamatan pegawai.
Saat ini, status AMW masih dikategorikan sebagai suspek campak. Pihak rumah sakit bersama dinas kesehatan masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan dalam beberapa hari ke depan.
AMW diketahui baru satu bulan menjalani program internship di RSUD Pagelaran dari total masa tugas enam bulan, setelah sebelumnya bertugas di Puskesmas Sukanagara, Cianjur.
Irvan mengenang almarhum sebagai sosok dokter yang berdedikasi tinggi, aktif, dan memiliki inisiatif dalam membantu tugas medis.
Sebelum meninggal, AMW sempat menjalani perawatan intensif akibat komplikasi pneumonia, dengan gejala awal berupa demam, ruam merah, dan sesak napas berat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga