Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Nama Bupati Bogor Rudy Susmanto Dicatut Tanpa Izin, LSM PRB Desak Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Yosep Awaludin • Jumat, 3 April 2026 | 08:03 WIB
Ketua LSM PRB, M. Johan Pakpahan dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Ketua LSM PRB, M. Johan Pakpahan dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

RADAR BOGOR – Nama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, disebut dicatut dalam sebuah media tanpa persetujuan resmi.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Bogor telah membantah keterlibatannya dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Ketua LSM PRB, M. Johan Pakpahan, meminta pihak yang mencatut nama Bupati Bogor untuk segera memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka agar persoalan ini tidak melebar ke mana-mana.

Baca Juga: Gerai Solaria Terbesar Hadir di Summarecon Bogor, Jadi Kuliner Paling Mewah di Bogor yang Ramah Difabel View Gunung Cantik

Menurut Johan, selama ini Bupati Bogor dikenal memiliki hubungan yang baik dengan berbagai kalangan, termasuk wartawan dan lembaga swadaya masyarakat.

Karena itu, ia menilai tindakan pencatutan nama tersebut sangat tidak tepat dan berpotensi merusak reputasi.

“Kalau memang ada pihak yang memanfaatkan kedekatan dengan bupati lalu mencatut namanya, sebaiknya segera datang ke pendopo untuk meminta maaf agar masalah ini tidak semakin luas,” ujarnya.

Baca Juga: Kabar Gembira KPM! Pemerintah Percepat Pemutakhiran Data, Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Diprediksi Segera Cair di Tanggal Segini

Ia juga menegaskan agar persoalan ini dituntaskan secara jelas, sehingga tidak terulang di kemudian hari.

Jika terbukti tidak ada izin dalam penggunaan nama tersebut, Johan menyarankan agar pihak terkait tidak ragu menempuh jalur hukum, baik terhadap media maupun oknum yang terlibat.

Lebih lanjut, Johan mengingatkan agar kasus ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.

Baca Juga: Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Angkat Suara Soal Kasus PT DSI, Ini Sikap Tegasnya

Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang berjalan hingga menghasilkan kejelasan.

“Jangan sampai isu ini dipolitisasi. Biarkan proses hukum berjalan sampai semuanya terang,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya dugaan pencatutan nama yang dikaitkan dengan hal-hal negatif, seperti dukungan terhadap peredaran obat-obatan terlarang.

Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya karena dapat merusak generasi muda di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Simak Jadwal Lengkap UTBK SNBT 2026, Mulai dari Pelaksanaan hingga Unduh Sertifikat

Dalam kesempatan itu, Johan turut mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi penyalahgunaan obat-obatan yang dapat merusak masa depan.

Selain itu, ia menyatakan dukungannya terhadap kinerja Bupati Bogor dalam membangun daerah.

Johan berharap pemerintahan daerah terus berjalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari praktik pungutan liar dan korupsi.

Baca Juga: Hujan Mengguyur Hampir Seluruh Kabupaten Bogor 3 April 2026, BMKG Ungkap Wilayah dengan Potensi Terkuat

“Pada prinsipnya kami mendukung upaya bupati dalam memajukan Kabupaten Bogor di berbagai sektor, dengan tata kelola yang bersih dan transparan,” pungkasnya. (unt)

Editor : Yosep Awaludin
#Ketua LSM PRB #bupati bogor #media