Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dinkes Jawa Barat Lakukan Langkah Darurat, Imunisasi Campak Dikebut di Sejumlah Daerah

Rani Puspitasari Sinaga • Sabtu, 4 April 2026 | 07:18 WIB
Ilustrasi vaksin campak. Dinkes Jawa Barat perkebut vaksinasi mencegah terus bertambahnya kasus. Foto: Laman Imuni
Ilustrasi vaksin campak. Dinkes Jawa Barat perkebut vaksinasi mencegah terus bertambahnya kasus. Foto: Laman Imuni

RADAR BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mengimbau tenaga kesehatan di wilayah dengan lonjakan kasus campak untuk segera melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI).

Program Dinkes Jawa Barat ini merupakan imunisasi campak yang diberikan kepada seluruh anak usia 9 hingga 59 bulan, tanpa melihat riwayat imunisasi sebelumnya, sebagai langkah penanggulangan penyebaran penyakit campak.

Kepala Dinkes Jawa Barat Vini Adiani Dewi menyampaikan, bahwa hingga 19 Maret 2026 terdapat dua daerah yang dijadwalkan melaksanakan ORI pada April, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Baca Juga: Hidden Gem Lagi di Megamendung Bogor, Glamping Ternyaman di Tengah Alam yang Punya Fasilitas Bathup Buat Berendam

Kebijakan ini diambil berdasarkan peningkatan kasus campak di kedua wilayah tersebut.

Sebelumnya, ORI juga telah dilakukan pada Februari 2026 di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut, seperti Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk.

Selain ORI, upaya lain yang dilakukan adalah Catch Up Campaign (CUC), yakni imunisasi campak rubella bagi anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Baca Juga: 111 Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Selama Maret 2026, BMKG: Terbesar M 5,4

Program ini berlangsung di beberapa daerah, di antaranya Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang.

Hingga kini, pelaksanaan CUC di delapan kabupaten/kota tersebut masih berjalan untuk mencapai target cakupan 100 persen.

Vini memastikan ketersediaan vaksin campak rubella masih mencukupi untuk mendukung pelaksanaan ORI maupun CUC. Jika terjadi kekurangan, puskesmas dapat mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Warga Bogor Bisa Camping Mewah di Atas Bukit Viewnya Laut Lepas Bujet Rp300 Ribu, The Secret Camp Hill Jadi Hidden Gem Baru

Saat ini, puskesmas juga menunggu distribusi alat suntik auto disable syringe (ADS) dari Kementerian Kesehatan yang telah dinyatakan siap untuk disalurkan ke daerah.

Vini turut mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, agar segera melaporkan kasus dugaan campak dalam waktu 24 jam kepada dinas kesehatan setempat.

Penanganan pasien juga perlu dilakukan dengan langkah seperti isolasi minimal tujuh hari sejak muncul ruam, pemberian vitamin A sesuai usia, serta pemenuhan gizi yang cukup.

Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal, Guru Aktif Kriteria Ini Wajib Konfirmasi PPG 2026 Sebelum Data Dihapus Otomatis Menyangkut TPG, Cek Caranya

Masyarakat juga diimbau untuk memeriksa status imunisasi anak. Jika belum lengkap, diharapkan segera melengkapinya di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya.

Imunisasi campak sendiri diberikan dalam tiga tahap, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak berada di kelas 1 SD atau sederajat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#jawa barat #dinkes #campak