RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menindaklanjuti dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan di Jembatan Cirahong hingga viral di media sosial.
Dalam pernyataannya di media sosial, Gubernur Jawa Barat itu bahkan akan melakukan tindakan tegas kepada pelaku yang melakukan pungutan liar di jembatan legendaris milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut.
Sebuah video viral di jagat maya memperlihatkan aktivitas pengendara motor dimintai uang saat melintas di Jembatan Cirahong yang menjadi penghubung antara wilayah perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis serta berdiri di atas Sungai Citanduy.
Menanggapi video viral tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Jembatan Cirahong merupakan jembatan legendaris milik PT KAI. Meski milik PT KAI tetapi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melakukan perbaikan khususnya pada lantai jembatan dengan anggaran menelan sekitar Rp1 miliar.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melakukan perbaikan lantai jembatan senilai Rp1 miliar lebih dan sekarang sudah bisa dilewati dengan baik," ujar gubernur Jawa Barat saat menjelaskan terkait keberadaan Jembatan Cirahong di wilayah Jabar.Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang Leuwibatu Bogor, Air Kali Cikaniki Meluap Rendam Permukiman Warga
Setelah melakukan perbaikan bagian lantai Dedi Mulyadi berencana akan melakukan pengecatan dan memasang lampu agar lebih estetik.
Gubernur Jabar pun menegaskan tidak ada alasan bagi siapa pun untuk melakukan pungutan uang saat warga melintas Jembatan Cirahong.
"Gak ada kaitannya dengan saudara yang memungut di situ karena itu anggarannya berasal dari anggaran provinsi (Pemerintah Provinsi Jawa Barat)," jelas Dedi Mulyadi.
JIka masih terus melakukan pungutan liar kata gubernur Jabar maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas seperti pidana.
""Pasti ujungnya adalah pidana," tegas Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati