RADAR BOGOR - Operasi Bersih (Opsih) atau kerja bakti dalam rangkaian HUT ke-27 Kota Depok mengangkut 100 ton sampah liar.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok mencatat sampah- sampah tersebut tersebar di 37 titik yang ada di Kota Depok.
Kegiatan bersih-bersih serentak ini disambut baik oleh sejumlah warga Depok, Ilham, warga Kalimulya salah satunya.
Menurut Ilham, kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin, tidak hanya dilaksanakan saat kegiatan HUT ke-27 Kota Depok saja, terlebih saat ini setiap RW mendapatkan dana Rp300 juta. Maka dari dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kerja bakti di wilayah masing-masing di Kota Depok.
"Ini bisa jadi momentum di tengah banyaknya sampah liar di Kota Depok, apalagi ada program dana satu RW Rp300 juta, ini para pengurus RW bisa harusnya menyalakan bersih bersih rutin," kata Ilham kepada Radar Bogor.
Hal senada dikatakan oleh Robiansyah warga Kalimulya, Kecamatan Cilodong yang menilai kegiatan opsih serentak ini bukan hanya dilakukan saat momen tertentu, tetapi bisa rutin dilakukan setiap bulan.
"Sebulan sekali, rutin sudah bagus, baik pejabat, juga masyarakat bersama sama buat kota Depok ini bersih," kata Robiansyah.
Baca Juga: Polsek Tenjo Bogor Tangkap 2 Pria Diduga Pengedar Obat Keras, Ribuan Butir Obat Diamankan
Sementara itu Ketua Satgas Tim Maung ASRI Depok, Trisakti Anggoro menyebut keterlibatan para ASN dari berbagai OPD pada kegiatan aksi bersih serentak jelas memberikan kontribusi sangat besar dalam upaya membenahi sampah yang tersebar di berbagai titik lokasi.
“Kontribusi teman teman ASN dari sejumlah OPD sangat membantu dalam upaya mengurangi sampah di kawasan lingkungan, kami setuju jika kegiatan semacam ini dilaksanakan misalnya secara rutin sekali dalam sebulan dengan melibatkan lebih banyak lagi peserta,” ujar Trisakti.
Sebelumnya, Wali Kota Depok Supian Suri menyoroti kondisi kebersihan di Kota Depok. Salahsatunya yakni kebersihan dan penataan kawasan Margonda.
Wali Kota Depok pun mengajak seluruh jajaran pemerintah kota bersama masyarakat untuk memperbaiki wajah kota agar lebih bersih dan nyaman demi mewujudkan Depok Asri.
Kegiatan tersebut turut melibatkan para kepala perangkat daerah serta pegawai Pemkot Depok yang disebar di sejumlah wilayah yang melihat langsung kondisi kota serta menentukan langkah pembenahan.
“Saya bersama teman-teman tersebar di beberapa titik, termasuk di Margonda. Kami ingin melihat lagi apa yang harus dibersihkan dan dibuat indah,” katanya.
Supiam memaparkan, kebersihan menjadi hal utama yang perlu segera ditangani dan dari hasil peninjauan, masih ditemukan sampah berserakan, dinding yang dipenuhi vandalisme, serta kondisi trotoar yang tampak kurang terawat.
"Sampah masih berserakan, dinding masih vandalisme, trotoar masih kusam,” tuturnya.
Ia menegaskan, kebersihan dan keindahan kota merupakan bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan kebahagiaan warga.
“Salah satu unsur kebahagiaan warga itu kalau kotanya bagus, indah, dan bersih,” ujarnya.
Tak hanya fokus terhadap kebersihan, Supian Suri juga menargetkan penataan kota agar lebih estetis dan meminta jajaran terkait membentuk tim khusus yang melibatkan tenaga ahli untuk mendesain lanskap kota.(Faj)
Editor : Eka Rahmawati