Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Bertemu dengan Kepala Sekolah yang Marah-marah, Dedi Mulyadi: Biasanya Kalau yang Menderita Ngadunya ke Saya

Siti Dewi Yanti • Senin, 13 April 2026 | 11:47 WIB
Kepala Sekolah yang sempat marah-marah di pos penjagaan Lembur Pakuan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Kepala Sekolah yang sempat marah-marah di pos penjagaan Lembur Pakuan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (instagram @dedimulyadi71)

 

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Baat Dedi Mulyadi mengunggah video terkait Ibu Kepala Sekolah yang ingin meminta bantuan di akun instagram pribadinya, namun sempat marah-marah.

Di unggahan yang sama, Dedi Mulyadi terlihat sudah bertemu dengan Kepala Sekolah tersebut.

"Sudah bertemu dengan Ibu Kepala Sekolah yang sempat marah-marah di pos pengaduan dan pos jaga," ungkapnya.

Baca Juga: Banyak yang Gugur di Tengah Jalan, Pejuang CPNS 2026 Wajib Baca Ini Sampai Akhir agar Lulus Tahap Administrasi

Gubernur Jawa Barat menilai, Kepala Sekolah tersebut kurang tepat marah di pos penjagaan Lembur Pakuan.

"Cuma salah alamat marahnya, harusnya marah sama mantan bupati Bekasi," tambahnya.

Dedi Mulyadi menceritakan, Ibu Kepala Sekolah tersebut menggunakan uang pribadi untuk membiayai operasional kelas 1 dan 2 SD Bahagian 07.

Baca Juga: Pembinaan Usia Muda Berhasil, SSB Mutiara 97 Kuasai Final Putra Nusantara di Bekasi

"Belum terdata di Dapodik sebagai peserta didik karena sekolahnya sekolah baru," jelasnya.

Gubernur Jawa Barat menambahkan, belum ada SK Dinas Pendidikan.

"Tetapi anak-anak itu sudah kelas 1 SMA, ada yang kelas 3 SMP, sudah berijazah," lanjutnya.

Dedi Mulyadi menjelaskan, ada proses kelas 1 dan 2 tidak terbiayai oleh negara.

"Ibu ini pakai uang pribadi jumlahnya Rp115 juta. Kita hitung dulu," ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat menceritakan, ibu kepala sekolah tersebut memiliki anak berkebutuhan khusus usia 20 tahun.

Baca Juga: Bikin Sesak Jalan Kota Bogor, Dedie Rachim Sebut Angkot Kabupaten Mesti Dimoratorium

"Masih kayak bayi, mesti pakai pampers, punya anak yang masih kuliah. Sudahlah, ibu ini menderita. Biasanya kalau yang menderita ngadunya ke saya," tuturnya.

Menurut Dedi Mulyadi, kini masalahnya sudah selesai, sedang dalam perhitungan dan akan diselesaikan.

Kepala sekolah tersebut mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Terima kasih KDM, atas hadiah yang berharga bagi saya. penantian yang bertahun-tahun, hampir 10 tahun, hari ini sudah terbuka. Terima kasih," ucapnya.

Baca Juga: Pentingnya Cek Saldo Bansos Mandiri Lewat Aplikasi M-Banking, KPM Lebih Efektif dan Efisiensi Pantau Pencairan Tahap 2

Sambil bergurau, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuturkan tengah menanti calon istri.

"Saya menanti calon istri, yang datang ibu," candanya yang disambut tawa.

Sebelumnya, Kepala Sekolah tersebut mengunggah video terkait kunjungannya ke Lembur Pakuan yang ke-13 kali.

Sayangnya, ia merasa tidak mendapat tanggapan dari pos penjagaan yang ada di Lembur Pakuan, kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #kepala sekolah marah #lembur pakuan #bekasi #gubernur jawa barat