RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghubungi Suryana, warga yang berada di Desa Cikaung Ading, Kecamatan Cipatuja, Kabupaten Tasikmalaya.
Berdasarkan percakapan via telepon dengan Dedi Mulyadi, Suryana mengidap penyakit diabetes akut yang membuatnya tidak bisa beraktifitas dan mengandalkan orang tua yang bekerja serabutan.
Gubernur Jawa Barat menanyakan pendidikan anak-anak Suryana, yang kini sudah tidak sekolah lagi.
"Udah enggak sekolah, engga kebiayain buat sehari-harinya," ucap Suryana.
Dedi Mulyadi menanyakan jenjang pendidikan anak Suryana yang tidak bersekolah.
"Yang SD kelas 3," tutur Suryana.
"Sebentar, kan SD mah enggak bayar," ungkap Gubernur Jawa Barat.
"Iya, kan buat sehari-harinya. Buat jajannya kasihan," jawab Suryana.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, anak Suryana tidak perlu jajan di sekolah
"Jangan jajan atuh, sekolah lebih penting daripada jajan," tegasnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, untuk bisa menempuh pendidikan SD, anak Suryana bisa berjalan kaki.
Saat ditanya sudah berapa lama berhenti sekolah, Suryana menjelaskan sang anak sudah berhenti sekolah selama 1 bulan.
"Ya udah nanti diurusin ya. Hari Senin anak Bapak sudah bisa pindah lagi ke SD yang dekat, dan saya tetap anak Bapak harus sekolah," lanjut Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Saldo KKS Mendadak Bertambah, Ternyata 4 Kriteria KPM Ini yang Berhasil Cair Duluan April 2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjanji akan membantu untuk pembelian perlengkapan sekolah seperti sepatu dan lainnya.
"Tapi catatan tidak boleh jajan dan tetap sekolah. Kan keadaan lagi susah. Orang lagi susah harus prihatin. Bagaimana melewati kesusahan," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti