RADAR BOGOR – Keberangkatan kloter perdana jemaah haji asal Kota Depok dijadwalkan mulai 22 April 2026. Tahun ini, jemaah Depok terbagi ke dalam enam kelompok terbang (kloter).
Kasi Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Boby Arvianto, menjelaskan bahwa pembagian kloter jemaah haji tersebut terdiri dari tiga kloter pada gelombang pertama dan tiga kloter pada gelombang kedua.
Adapun kloter yang diisi jemaah haji Depok meliputi kloter 2, 6, 12, 18, 21, dan 26. Dari total tersebut, lima kloter merupakan kloter utuh asal Depok, sementara kloter 21 merupakan gabungan dengan Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Biskita Transpakuan Bogor Catat Lonjakan Penumpang, Maret Tertinggi di 2026
“Untuk kloter 21, jumlah jemaah Depok sebanyak 164 orang. Sementara kloter lainnya merupakan kloter penuh dengan rata-rata sekitar 445 jemaah termasuk petugas,” jelasnya.
Sebelum keberangkatan, pada 21 April 2026 para jemaah akan mengumpulkan koper besar di Masjid Dhuyufur Rahman yang berada di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos. Selanjutnya, jemaah mulai masuk ke asrama haji pada 22 April sebagai tahap awal keberangkatan.
Dari sisi kesiapan, seluruh tahapan telah diselesaikan, termasuk pelaksanaan manasik haji sebanyak lima kali, terdiri dari empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kota.
Antisipasi Dinamika Global
Terkait kondisi global yang dinamis, Boby menyebut pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah skenario antisipasi.
Terdapat tiga opsi yang disiapkan, yakni penundaan keberangkatan, perubahan rute penerbangan, atau tetap berangkat sesuai jadwal.
Meski terdapat potensi risiko akibat situasi di kawasan Timur Tengah, pemerintah tetap optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar.
Baca Juga: Lorin Syariah Hotel Sentul Hadirkan Promo SUMO, Staycation Nyaman di Bogor
“Untuk aspek keamanan akan melihat kondisi saat hari keberangkatan, karena situasi bisa berubah dan akan dimitigasi oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan keamanan jemaah.
Jika jalur penerbangan dinilai aman, maka akan tetap digunakan, namun perubahan rute bisa dilakukan jika diperlukan.
Baca Juga: Transparansi Terbukti, PT ASA JAYA MANDIRI Raih Opini WTP dan Tumbuh Pesat di 2025
Dari sisi administrasi, seluruh dokumen jemaah seperti paspor, visa, dan berkas pendukung lainnya dipastikan telah lengkap dan sesuai prosedur.
“Alhamdulillah, seluruh dokumen sudah siap dan aman,” katanya.
Jemaah Cadangan Isi Kuota Kosong
Sementara itu, kekosongan kuota akibat adanya jemaah yang belum melunasi biaya haji akan diisi melalui mekanisme jemaah cadangan atau tahap pelunasan berikutnya.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap seluruh kuota haji dapat terserap secara maksimal, sekaligus memberikan kesempatan bagi calon jemaah lain untuk tetap bisa berangkat di masa mendatang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga