RADAR BOGOR - Lonjakan permintaan genteng dari wilayah Plered, Kabupaten Purwakarta, menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung meninjau aktivitas produksi pada pertengahan April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, untuk melihat kesiapan industri genteng lokal dalam mendukung program pembangunan dan renovasi rumah di Jawa Barat.
Di lokasi pabrik, keduanya berdialog langsung dengan para pelaku usaha dan pekerja.
Dedi menyoroti tingginya permintaan genteng yang mencapai puluhan ribu unit per hari dari satu pabrik, dengan kapasitas produksi hingga 15.000 unit per hari.
Namun, di balik tingginya permintaan tersebut, Dedi Mulyadi menilai kesejahteraan pekerja masih perlu ditingkatkan.
Ia menegaskan, upah buruh yang saat ini berkisar Rp30 ribu per hari dinilai belum ideal.
Baca Juga: Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Dorong Kader Perkuat Peran Sosial Usai Pelantikan Enam Ketua Kecamatan
Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan bahwa rendahnya upah menjadi salah satu faktor utama penyebab kemiskinan di sejumlah wilayah, termasuk Purwakarta dan sekitarnya.
Ia mendorong, agar upah buruh genteng dapat dinaikkan secara bertahap hingga minimal Rp50 ribu per hari.
"Upahnya naikin dong," ucap Dedi Mulyadi.
Baca Juga: APCAP Diluncurkan, Jakarta Jadi Pusat Kolaborasi Kemanusiaan Asia Pasifik untuk Palestina
Menurutnya, peningkatan upah dapat dilakukan seiring dengan peningkatan harga jual produk, selama tetap memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pengusaha, pekerja, dan masyarakat sebagai konsumen.
Selain isu upah, Dedi juga menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja.
Ia meminta, agar seluruh pekerja mendapatkan jaminan sosial, termasuk asuransi kesehatan dan perlindungan kecelakaan kerja.
Baca Juga: Saat Perempuan Bangkit, Ekonomi Menguat: Kisah Nia Anggraini Tumbuh Bersama PNM Mekaar dan BRI
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat proses sertifikasi standar nasional (SNI) produk genteng, dengan target penyelesaian dalam waktu dua minggu agar produk dapat segera dipasarkan secara lebih luas.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menilai, industri genteng lokal memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan rumah layak huni.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas, ketepatan waktu distribusi, serta harga yang kompetitif agar program berjalan efektif.
Ia juga menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu pelaku UMKM genteng meningkatkan kapasitas produksi.
Dengan potensi kebutuhan genteng yang mencapai jutaan unit untuk program renovasi puluhan ribu rumah di Jawa Barat, industri lokal seperti di Plered dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan, pertumbuhan industri tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan ekonomi daerah. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim