RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan sekaligus ajakan khusus untuk pasangan yang akan menikah.
"Tetapi kemampuan orang tuanya terbatas atau kemampuan pasangannya terbatas," lanjutnya.
Dedi Mulyadi menghimbau, pasangan yang akan menikah namun punya keterbatasan dana lebih baik tidak membuat pesta.
Baca Juga: Baru 2 Bulan Diresmikan, Jembatan Rp1 Miliar di Rumpin Bogor Ambruk Kepala Desa Gobang Bilang Begini
"Menikahnya cukup di KUA, dan uang yang dimiliki bisa digunakan untuk masa depan pernikahan," ujarnya.
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, uang yang dimiliki bisa digunakan untuk DP rumah, modal usaha, atau kegiatan lainnya.
"Karena saya melihat, banyak sekalil orang tua yang menikahkan anaknya uangnya pinjam sana sini," sebutnya.
Ada yang menjual areal sawah, Dedi Mulyadi melanjutkan, ada yang pinjam ke koperasi, bank, bahkan pinjam ke pinjol.
"Ada yang pinjam ke bank keliling, bank emok," tambahnya.
Pada akhirnya, Dedi Mulyadi menyebutkan, setelah pernikahan bukan kebahagiaan, tetapi justru penderitaan.
"Bahkan banyak yang akhirnya pergi menjadi tenaga kerja di luar negeri untuk membayar hutang-hutang yang ditinggalkan," jelasnya.
Menurut Gubernur Jawa Barat, prinsip hidup harus menjadi raja selamanya.
"Lebih baik jadi raja selamanya, daripada raja sehari, sengsara selamanya," tegasnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, ajakannya tidak bermaksud membatasi hak pribadi.
"Ini hanya sekedar ajakan dan saran, dan nanti akan kami tuangkan dalam kebijakan Surat Edaran Gubernur," tandasnya.
Surat Edaran tersebut akan disebarkan kepada camat dan kepala desa yang ada di seluruh provinsi Jawa Barat.
"Kepada kepala desa agar ketika memberi izin rame-rame, itu harus dilihat yang memberikan ijin, membuat kegiatan rame-rame itu, uangnya sumbernya dari mana," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat menegaskan, jika uang untuk acara berasal dari uang pinjaman atau uang hasil penjualan, disarankan untuk tidak membuat kegiatan yang bersifat meriah.
"Jangan rame-rame, dibikinlah yang aspek memenuhi unsur syarinya saja," pungkasnya.
Dedi Mulyadi juga mengungkapkan, ingin melihat hasil pembangunan SMA Negeri Jonggol, Kabupaten Bogor.
"Ini merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan menengah di Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti