RADAR BOGOR - Fenomena Sawangan Sugro dan Sawangan Kubro belakangan ramai dibicarakan di media sosial, terutama di platform Threads, Instagram, hingga TikTok. Istilah ini menjadi perbincangan warganet untuk menggambarkan kondisi lalu lintas di kawasan Sawangan, Kota Depok.
Dalam berbagai unggahan, istilah tersebut umumnya merujuk pada jalur keluar dari Tol Depok–Antasari melalui pintu Tol Sawangan, sekaligus menggambarkan tingkat kemacetan di masing-masing ruas jalan.
“Sawangan Kubro” digunakan untuk menyebut jalur dengan tingkat kemacetan tinggi. Wilayah ini mencakup Jalan Raya Sawangan, pertigaan Jalan Raya Keadilan menuju Rangkapan Jaya, simpang Parung Bingung, Jalan Raya Muchtar, hingga kawasan Tugu Batu, lampu merah Pengasinan, dan pertigaan Bojongsari. Titik Parung Bingung dan Tugu Batu dikenal sebagai area dengan kemacetan paling parah.
Baca Juga: Bangunan Dibongkar, PKL Dipindahkan ke Dalam Pasar Parung Bogor, Pemkab Kebut Penataan
Sementara itu, “Sawangan Sugro” merujuk pada jalur alternatif dengan kondisi lalu lintas yang relatif lebih lancar. Rutenya meliputi Jalan Raya Sawangan arah Depok Lama, simpang Mampang, pertigaan Tanah Baru, hingga Jalan Dewi Sartika di kawasan Depok Lama.
Yoga, warga Bojongsari, menilai kemacetan di kawasan tersebut sudah menjadi persoalan kronis. Bahkan, kemacetan di jalur yang dijuluki Sawangan Kubro kerap berlangsung hingga berjam-jam.
“Semakin ke sini makin padat, apalagi jumlah perumahan terus bertambah. Jadi tidak heran kalau disebut Sawangan Kubro karena macetnya hampir setiap hari,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 17 April 2026.
Hal serupa disampaikan Aprilia, warga Pengasinan. Menurutnya, istilah Sugro dan Kubro tidak lepas dari kondisi lalu lintas yang padat. Ia mengaku lebih memilih menggunakan transportasi umum untuk berangkat kerja dibandingkan membawa kendaraan pribadi.
“Setiap pagi saya diantar naik motor ke halte, lalu lanjut TransJakarta. Kalau bawa mobil sendiri, macetnya sangat parah,” tuturnya.
Kondisi kemacetan ini tengah diupayakan solusinya oleh Pemerintah Kota Depok melalui sejumlah proyek infrastruktur, salah satunya dengan pelebaran jalur alternatif.
Pemkot Depok mengalokasikan anggaran hampir Rp100 miliar untuk pembebasan lahan di tiga titik strategis, yakni Jalan Pemuda, Jalan Enggram, dan Simpang Parung Bingung, sebagai langkah utama mengurai kemacetan di kawasan Sawangan.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan bahwa berbagai proyek strategis tengah disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengatasi kemacetan serta meningkatkan layanan dasar.
Beberapa di antaranya meliputi pembangunan Jalan Enggram dan pelebaran Jalan Raya Sawangan. Hal tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Gedung Dibaleka II beberapa waktu lalu.(Faj)
Editor : Eka Rahmawati