RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya terkait video viral sejumlah siswa di Purwakarta.
"Saya cukup prihatin terhadap peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari kepala dinas pendidikan," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Dedi Mulyadi, orang tua dari anak tersebut sudah dipanggil ke sekolah.
"Orang tuanya menangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya," tambhanya.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, sekolah sudah memberikan hukuman skorsing selama 19 hari kepada anak yang viral tersebut.
"Anak itu mendapat bimbingan di rumah, tetapi saya memberikan saran," lanjutnya.
Dedi Mulyadi berharap sarannya digunakan dan anak yang viral tersebut tidak mendapatkan skorsing selama 19 hari.
"Memberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet. Ini yang saya sarankan, waktunya bisa 1 bulan, bisa 2 bulan, bisa 3 bulan," jelasnya.
Lamanya hukuman, menurut Gubernur Jawa Barat tergantung dari perkembangan anak itu sendiri.
"Prinsip dasar adalah setiap hukuman yang diberikan harus hukuman yang memberikan manfaat bagi pembentukan karakter," tegasnya.
Dedi Mulyadi menilai, anak perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya.
Sebagai informasi, video sejumlah siswa di Purwakarta viral di media sosial karena terlihat mengacungkan jari tengah.
Sontak, video tersebut mendapat kecaman dari warganet dan meminta agar anak-anak yang terlibat diberi konsekuensi.
Editor : Siti Dewi Yanti