RADAR BOGOR - Saat meresmikan perbaikan gedung SMA Negeri 3 Jonggol Kabupaten Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi disambut dengan tarian dan gamelan khas Sunda.
Dedi Mulyadi mengapresiasi tari-tarian yang menyambutnya dan sempat bercakap-cakap dengan sejumlah penari.
Nuhun neng. Kelas berapa?" tanyanya.
"Kelas 11, Bapak," jawab salah satu penari yang merupakan siswa SMA N 1 Jonggol.
Saat Gubernur Jawa Barat menanyakan alamat rumahnya, diketahui penari tersebut tinggal di Jonggol Kabupaten Bogor.
Setelah menanyai penari satu pervsatu, Dedi Mulyadi menghadiahi seluruh penari senilai Rp500.000 per orang.
"Rp500.000, Rp500.000, Rp500.000 Rp500.000, Rp500.000," tuturnya.
Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, uang tersebut untuk sewa baju dan biaya make up.
"Soalnya tadi dandan, sewa baju. Benar ya," ucapnya.
Dedi Mulyadi menanyakan, asal uang yang digunakan untuk biaya make up dan sewa baju.
"Itu uangnya dari mana kemarin make up? Dari mana ini? Sewa baju ini dari siapa uangnya?" tanyanya.
Salah satu penari mengatakan, uang yang digunakan untuk make up dan sewa baju dari salah satu guru.
"Ibu uangnya dari mana?" tanya Gubernur Jawa Barat.
"Ada," jawab salah satu guru.
Dedi Mulyadi bersikeras menanyakan asal uang yang digunakan untuk biaya make up dan sewa baju para penari.
"Jangan ada. Dari mana? Jangan ada. Harus dijelasin. Jangan kedatangan saya membebani sekolah ya kan? Pakai uang apa?" tegasnya.
Gubernur Jawa Barat tidak ingin kedatangannya menyebabkan kepala sekolah harus membayar biaya sewa gamelan hingga make up.
"Harus bayar sewa baju, harus bayar make up, ya kan? Ngambil dana bos lagi. Saya enggak mau ya. Dari mana, Ibu?" tanyanya kembali.
"Dari wakil kepala sekolah," kata salah satu guru tersebut.
Dedi Mulyadi menanyakan asal uang dari wakil kepala sekolah.
"Uang wakil kepala sekolah uangnya dari mana? Ya enggak tahu. Pasti pakai uang sekolah," tandasnya.
Gubernur Jawa Barat tidak ingin kedatangannya mengganggu cash flow dana BOS sekolah.
"Saya enggak mau. Ya udah, saya ganti ya. Ini rombongannya saya kasih Rp5 juta," lanjutnya.
"Alhamdulillah," sebut semua rombongan penari.
Dedi Mulyadi mengintruksikan agar memberikan dana pengganti kepada guru dan para penari.
"Kasih sama Bu Gurunya Rp5 juta buat rombongan segala macam. Kasih anak-anak Rp500.000 berarti Rp2,5 juta. Kasih Rp7,5 juta," jelas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti