RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan terkait rencana penataan halaman Gedung Sate.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, hanya melakukan penataan halaman Gedung Sate, bukan membangun atau merubah.
"Gedung Sate merupakan bangunan heritage yang dilindungi oleh undang-undang, tapi sebentar lagi gedungnya akan dicat setelah lama sekali tidak pernah dicat," jelasnya.
Baca Juga: Jelang HUT ke 27 Kota Depok, Wajah Margonda Dipoles, Begini Penampakannya
Dedi Mulyadi mengutarakan, proses pengecatan juga harus mendapat izin dari Kementerian Kebudayaan.
"Kemudian harga catnya juga bikin melongo," lanjutnya.
Tapi, Gubernur Jawa Barat mengatakan, harus melakukan demi kecintaan kepada peninggalan sejarah bangsa kita.
Dedi Mulyadi berharap, penataan halaman bisa memberikan kontribusi ekonomi bagi kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Angkat Kisah Haru Dua Anak di Tengah Konflik Poso, Berikut Jadwal Tayang Film Tanah Runtuh
"Uangnya dari mana Kang Dedi? Uangnya dari realokasi anggaran," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, anggaran untuk penataan halaman Gedung Sate berasal dari realokasi anggaran.
"Perjalanan Dinas Gubernur dihapus Rp1,5 Miliar, baju dinas dihapus, pemeliharaan mobil dinas dihapus, pembelian mobil dinasnya dihapus, semuanya dihapus," tegasnya.
Dedi Mulyadi menyebutkan, salah satu penggunaan dari anggaran yang dihapuskan adalah penataan Gedung Sate.
"Semoga halaman Gedung Sate pun hasilnya bisa dinikmati bersama. Bukan hanya bagi warga Bandung, bukan hanya warga Jabar," ujarnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap, warga Indonesia, bahkan warga dunia bisa menikmati Gedung Sate saat berkunjung ke Kota Bandung.
Editor : Siti Dewi Yanti