RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut terbuka berbagai saran dan kritik dari para pakar mengenai rencana penataan halaman Gedung Sate.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa langkah ini dilakukan murni untuk penataan estetika dan fungsi, bukan mengubah struktur asli bangunan bersejarah tersebut.
Penataan ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan ikon Jawa Barat tersebut lebih ramah bagi publik sekaligus tetap megah secara visual.
Baca Juga: Biaya Cat Gedung Sate Bikin Gubernur Jawa Barat Melongo, Dedi Mulyadi: Uangnya Dari Mana Kang Dedi?
Dedi Mulyadi memastikan bahwa status Gedung Sate sebagai bangunan cagar budaya (heritage) tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Setiap jengkal perubahan, bahkan untuk urusan pemeliharaan rutin seperti pengecatan ulang, harus melalui prosedur birokrasi yang sangat ketat dan melibatkan pengawasan lintas instansi.
"Terima kasih atas saran para pakar, pikiran, dan gagasannya terhadap penataan halaman Gedung Sate. Kami melakukan penataan, bukan membangun atau merubah Gedung Sate karena itu merupakan bangunan heritage yang dilindungi Undang-Undan,” ucap Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.
Baca Juga: Jelang HUT ke 27 Kota Depok, Wajah Margonda Dipoles, Begini Penampakannya
“Sebentar lagi gedungnya akan dicat setelah lama sekali tidak pernah dicat, dan mengecatnya pun harus izin dari Kementerian Kebudayaan, harganya pun bikin melongo," lanjutnya.
Proyek penataan ruang publik ini sejatinya bukan hal baru bagi Dedi Mulyadi. Ia berbagi pengalaman saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, di mana ia sukses menggabungkan Alun-alun Kiansantang dengan halaman Pendopo Purwakarta.
Meski awalnya langkah tersebut sempat menuai protes dan keraguan dari berbagai pihak, kini hasilnya terbukti bisa dinikmati bersama oleh masyarakat luas.
Melalui integrasi antara halaman Gedung Sate dan lapangan Gasibu, Gubernur Jawa Barat optimistis kawasan ini akan bertransformasi menjadi daya tarik wisata kelas dunia.
Dengan penataan yang tepat, ia yakin kawasan ini mampu menggerakkan roda ekonomi warga Jabar melalui sektor pariwisata dan industri kreatif di sekitarnya.***
Editor : Eli Kustiyawati