RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara mengenai rencana penataan halaman Gedung Sate yang kini tengah menjadi sorotan.
Menanggapi berbagai masukan dari para pakar, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa proyek ini tidak akan menyentuh apalagi merusak struktur asli bangunan bersejarah tersebut.
Fokus utamanya adalah meningkatkan fungsi dan estetika halaman agar lebih bermanfaat bagi publik.
Baca Juga: Bupati Bogor Perkuat Tata Kelola Perizinan, Dorong Pembangunan dan Tingkatkan PAD
Gubernur Jabar ini memastikan bahwa status Gedung Sate sebagai cagar budaya (heritage) tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Bahkan untuk urusan perawatan rutin seperti pengecatan, prosedur yang ditempuh sangat ketat dan harus mendapatkan restu dari Kementerian Kebudayaan.
“Sebentar lagi gedungnya akan dicat setelah lama sekali tidak pernah dicat, dan mengecatnya pun harus izin dari Kementerian Kebudayaan, harganya pun bikin melongo," ungkap Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.
Hal yang paling menarik dari proyek ini adalah asal-usul pendanaannya. Alih-alih membebani pos anggaran baru, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dana penataan ini berasal dari penghematan besar-besaran fasilitas pribadinya sebagai Gubernur.
Ia melakukan realokasi anggaran dengan menghapus sejumlah pengeluaran dinas yang dianggap tidak mendesak, di antaranya:
1. Biaya perjalanan dinas Gubernur sebesar Rp1,5 miliar
2. Anggaran pengadaan baju dinas baru
3. Biaya pemeliharaan mobil dinas
4. Anggaran pembelian mobil dinas baru
"Semuanya dihapus, dan uangnya itu di antaranya digunakan untuk melakukan penataan halaman Gedung Sate ini," tegas Dedi.
Menurut Gubernur Jawa Barat ini, mengalihkan uang negara dari fasilitas pejabat untuk memperbaiki ruang publik adalah langkah yang jauh lebih bermanfaat bagi rakyat.***
Editor : Asep Suhendar