RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong masyarakat untuk menggelar pernikahan sederhana sebagai langkah menekan tingginya angka pinjaman online (pinjol) dan utang konsumtif di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang didampingi Wali Kota Depok saat menghadiri pernikahan massal di KUA Bojongsari, Selasa (21/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia hadir sebagai saksi nikah bagi lima pasangan warga.
Menurut Dedi Mulyadi, tren pernikahan sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) perlu terus didorong, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Baca Juga: Cek Status Bansos Anda Sekarang! PKH dan BPNT Tahap 2 April-Juni 2026 Mulai Verifikasi Rekening
Ia menilai, pesta pernikahan yang berlebihan kerap memicu masyarakat terjerat utang, termasuk dari pinjaman online (pinjol), bank keliling, hingga praktik “bank emok”.
“Pernikahan tidak harus mewah. Yang penting sah dan membawa keberkahan, bukan justru meninggalkan beban utang,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Rabu, 22 April 2026.
Ia juga menyoroti tingginya angka pinjaman informal di Jawa Barat, yang menurutnya dapat ditekan melalui perubahan pola pikir masyarakat, termasuk dalam menyelenggarakan acara pernikahan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memberikan bantuan kepada pasangan pengantin, di antaranya program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi berharap langkah ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi gerakan sosial untuk mengurangi praktik utang konsumtif di Jawa Barat.***
Editor : Maulidia