RADAR BOGOR - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menekankan pentingnya peningkatan kemampuan serta modernisasi di tubuh Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri agar mampu menjawab dinamika ancaman yang kian beragam.
Pesan tersebut disampaikan dalam forum Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brimob Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Markas Brimob, Kelapa Dua, Depok. Kegiatan itu turut dihadiri oleh Ramdani Hidayat, Reza Arief Dewanto, serta jajaran pejabat utama dan komandan satuan Brimob dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memberikan apresiasi atas kinerja Brimob sepanjang tahun sebelumnya. Sejumlah capaian dinilai menunjukkan peningkatan kapasitas satuan, termasuk keberhasilan dalam Operasi Damai Cartenz, partisipasi pada ajang internasional World Police and Fire Games, hingga perolehan penghargaan Kompolnas Award sebagai satuan kerja terbaik di lingkungan Mabes Polri.
Baca Juga: Pemkot Bogor Genjot KUR 2026, Targetkan 14.738 UMKM Dapat Akses Modal
Menurutnya, berbagai prestasi itu menjadi indikator bahwa kemampuan Brimob semakin kompetitif, bahkan di tingkat global. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin sederhana. Ancaman keamanan kini berkembang ke arah hybrid, yakni perpaduan antara gangguan fisik, serangan informasi di ruang digital, hingga penyebaran disinformasi.
"Oleh karena itu, peningkatan kemampuan personel, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika tersebut," kata Wakapolri Kamis, 23 April 2026.
Dalam aspek pelayanan publik, Wakapolri menyoroti pentingnya perubahan pendekatan. Ia mendorong agar Brimob mengedepankan prinsip melayani masyarakat, bukan sekadar menghadapi situasi.
Baca Juga: Pembangunan Akses Jalan Menuju Stasiun Ciomas di Bogor Selatan, Pemkot Tunggu Restu PT KAI
"Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat," tuturnya.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya penguatan pendekatan berbasis riset. Kolaborasi dengan dunia akademik dinilai penting, termasuk melalui pembentukan pusat studi kepolisian guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman yang bersifat asimetris.
Pemanfaatan teknologi modern turut menjadi perhatian. Wakapolri mendorong penggunaan kecerdasan buatan, drone untuk pengawasan, hingga kamera yang dikenakan personel sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas.
Di sisi lain, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana juga menjadi sorotan, khususnya memasuki musim kemarau panjang yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan pentingnya kesiapan personel serta peralatan SAR agar mampu merespons secara cepat.
"Untuk itu, kesiapan alutsista SAR dan personel harus selalu dalam kondisi siap operasional guna memberikan respons cepat dan tepat dalam melindungi masyarakat," pintanya.
Sebagai arah jangka panjang, Wakapolri memaparkan peta jalan transformasi Korbrimob yang mencakup tiga tahapan utama, mulai dari penguatan fondasi, peningkatan kapabilitas, hingga target menjadi satuan berkelas dunia, baik dalam aspek fisik maupun siber.
Baca Juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ingatkan Jaga Soliditas dalam Rakernis Koprs Brimob di Depok
Di akhir arahannya, ia menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, sistem yang solid, serta strategi yang tepat. Polri, lanjutnya, akan terus mendorong Brimob menjadi satuan yang modern, adaptif, dan dipercaya masyarakat, sekaligus hadir memberikan perlindungan dan rasa aman di seluruh wilayah Indonesia.(Faj)
Editor : Eka Rahmawati