Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Targetkan Kuota Beasiswa Industri 400 hingga 800 Orang untuk Cetak Manajer HRD Asal Jabar

Eka Rahmawati • Sabtu, 25 April 2026 | 21:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan keterangan. (Dok. Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan keterangan. (Dok. Pemprov Jabar)
RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) resmi memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SMK dan Dunia Usaha, Dunia Industri, serta Dunia Kerja (DUDIKA).

Kegiatan yang digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung itu menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan SMK dapat terserap secara maksimal di dunia industri.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kemajuan industri tidak hanya ditentukan oleh kurikulum teknis, tetapi juga oleh pembentukan karakter sumber daya manusia sejak dini.

Ia menyoroti pentingnya mengubah pola pikir yang cenderung manja menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.

Baca Juga: Pemkab Bogor Kebut Perbaikan Jalan Longsor di Cikampak–Gunung Bunder, Akses bakal Segera Normal

Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk karakter kuat pada siswa, seperti kedisiplinan, kemandirian, serta sikap yang siap menghadapi tantangan sejak awal masa pendidikan di SMK. Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak terlalu melindungi anak secara berlebihan karena dapat menghambat pembentukan mental yang kuat.

"Orang tua jangan terus-terusan mengambil kesulitan dari diri anak karena itu akan membuat mereka kalah dalam pertarungan, karakter disiplin, bangun pagi, hingga cara bersikap harus dibentuk sejak kelas satu SMK," ungkap Dedi Mulyadi dalam keterangannya di laman Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Gubernur mendorong penerapan sistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Ia menilai, teori cukup diberikan pada tahun pertama, sementara pada tahun kedua dan ketiga siswa perlu difokuskan pada program magang. Hal ini bertujuan agar siswa memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja sekaligus membantu menekan biaya pendidikan.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Pastikan Bantuan untuk Sekolah Swasta Tidak Dihapus, Dialihkan lewat Beasiswa untuk Siswa Tidak Mampu

Lebih lanjut, ia menargetkan peningkatan kuota beasiswa industri hingga 400–800 peserta guna mencetak tenaga profesional, khususnya di bidang HRD, dari kalangan putra daerah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan SDM lokal yang kompeten dan dipercaya oleh industri.

Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100, Darwoto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung percepatan dan pengawasan pengembangan pendidikan vokasi di berbagai kawasan industri di Jawa Barat. Ia mengapresiasi kolaborasi ini sebagai upaya menciptakan ekosistem industri yang didukung SDM berkualitas, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pemkot Akan Tangkap Ikan Sapu-Sapu Secara Bertahap di Kota Bogor, Koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Wikan Sakarinto. Ia menilai langkah Pemprov Jabar sebagai terobosan konkret yang relevan dengan kebutuhan saat ini, karena mengadopsi praktik terbaik dari SMK yang telah terbukti sukses di tingkat global.

Menurutnya, pendekatan seperti teaching factory dan project-based learning yang sudah terbukti efektif dalam menghasilkan lulusan siap kerja perlu diterapkan secara lebih luas di SMK lain di Jawa Barat. Ia juga menekankan pentingnya penguatan pola pikir guru dan kepala sekolah agar selaras dengan kebutuhan industri global, tanpa mengabaikan potensi lokal daerah.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, serta turut dihadiri Kepala Bidang PSMK, Edy Purwanto, bersama 41 kepala SMK yang terlibat dalam kerja sama tersebut.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #beasiswa