RADAR BOGOR - Sudut ruangan Lobby Gedung Dibaleka 2 Balaikota Depok dipenuhi toples plastik transparan. Toples-toples itu berisi ikan cupang.
Toples berjejer rapih pada sebuah rak dari kayu. Tinggi rak itu sekitar 2 meter. Setiap toples berisi ikan cupang itu diberi sekat berwarna kuning.
Ya, di lobi Gedung Dibaleka 2 Balaikota Depok itu tengah menjadi arena kontes ikan cupang.
Baca Juga: Lewat Kegiatan Open Mind, SMA Youth Centre Tohaga Kenalkan Konsep Belajar Entrepreneur
Sebanyak 1.310 ikan cupang dari berbagai daerah beradu indah dalam kontes yang digelar di Balai Kota Depok.
Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok, sekaligus memperebutkan Piala Wali Kota.
Ketua Panitia, Raka Adiputra, memaparkan, kontes ikan cupang ini menggunakan tiga penilaian standar, yakni International Betta Contest (IBC), Standar Nasional Indonesia (SNI), serta kategori kolektor.
Dari total peserta, 702 ikan masuk kelas IBC, 359 ikan di kelas SNI, dan 249 ikan dalam kategori kolektor.
Penjurian dilakukan secara ketat oleh 10 juri yang terdiri dari empat juri nasional, lima juri standar IBC, serta satu juri khusus kategori kolektor.
Aspek yang dinilai meliputi warna, anatomi tubuh, hingga kondisi fisik ikan secara keseluruhan.
Untuk kategori yang dilombakan pun beragam, mulai dari dark solid, light solid, metallic, hingga light metallic, yang ditentukan berdasarkan variasi warna dan karakteristik ikan.
Kepala Bidang Perikanan DKP3 Depok, M. Nur Hidayat, memaparkan, proses penjurian dilakukan secara profesional dengan melibatkan juri dari dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia.
Ia menambahkan, para pemenang di masing-masing kelas akan mendapatkan trofi serta uang pelatihan, dengan total hadiah mencapai lebih dari Rp50 juta.
Piala Wali Kota Depok menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi dalam kontes ini.
Baca Juga: Bansos Tahap 2 Terhambat: Masalah Teknis atau Data Tidak Valid? Ini Penjelasan Lengkapnya
“Kami menghadirkan juri internasional untuk memastikan penilaian objektif dan sesuai standar," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin