Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Belajar dari Tragedi KRL di Bekasi, Masih Banyak Pemotor di Kota Depok Nekat Terobos Palang Pintu Perlintasan Kereta 

Arif Al Fajar • Selasa, 28 April 2026 | 12:34 WIB
Kondisi lalulintas di perlintasan kereta Citayam Kota Depok. Nampak pengendara motor saling menutup lajur kendaran saat perlintasan baru dibuka. (Foto : Fajar/ Radar Bogor)
Kondisi lalulintas di perlintasan kereta Citayam Kota Depok. Nampak pengendara motor saling menutup lajur kendaran saat perlintasan baru dibuka. (Foto : Fajar/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Tragedi Kecelakaan kereta KRL di Bekasi nampaknya belum bisa mengubah kebiasaan sejumlah pengendara yang melintas perlintasan kereta Citayam, Kota Depok.

Selasa 28 April 2026 pagi, masih banyak pengendara yang mencoba melintas meski palang pintu perlintasan kereta di Citayam Kota Depok akan ditutup.

Bukan itu saja, setelah pintu perlintasan tertutup, banyak kendaraan yang memaksa merangsek ke depan, menutup lajur kendaran dari lawan arah. Kebanyakan yang melakukan itu adalah  pengendara sepeda motor.

Baca Juga: Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, Polisi Bakal Periksa Auditor Inspektorat

Pantauan Radar Bogor, palang pintu perlintasan kereta di dekat Stasiun Citayam Kota Depok mulai menutup. Diiringi oleh bunyi  alarm dan lampu merah.

Kemudian pengendara dari arah pasar Citayam yang hendak menuju arah ke jalan Raya Citayam nampak merangsek masuk keluar kanan. 

Setelah kereta melintas, kondisi lalulintas perlintasan semakin semrawut. Arus tersendat karena jalur dari arah Jalan Raya Citayam menuju Pasar Citayam ataupun Jalan Raya Cipayung tertutup.

Baca Juga: Festivaaal Marapthon : The Last Tale Closing Ceremony, Siap Tutup Perjalanan Marapthon 3

Kondisi semerawut di perlintasan kereta itu juga diperparah dengan banyaknya angkot yang ngetem. Membuat laju kendaraan yang melintas tersendat.

Untuk melintasi perlintasan kereta Citayam itu, dengan jarak sekitaran 10 meter sebelum pintu perlintasan, sepeda motor jika ikut antre di jalurnya bisa memakan waktu hingga 7 menit.

Terkadang sudah terpotong karena palang pintu kembali tertutup akibat ada KRL yang melintas.

Baca Juga: Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang KRL Was-was Duduk di Gerbong Wanita

Untuk mobil, bisa memakan waktu labih lama hanya untuk menyebrangi perlintasan kereta itu.

"Kalau jam sibuk ya begini, saling nutup jalan. Kebanyakan motor," kata Lukman warga sekitar kepada Radar Bogor Selasa 28 April 2026.

Lukman mengatakan, kecelakaan KRL di Bekasi tak membuat pengendara yang melintasi perlintasan kereta Citayam lebih tertib.

Terutama sepeda motor. Sejak pagi, masih banyak motor yang menutup lajur, baik dari arah Citayam maupun Cipayung.

Baca Juga: Laporan Lapangan Bansos 28 April 2026, Hasil Uji Petik Saldo KKS Bank Penyalur, Bagaimana Progres PKH-BPNT Tahap 2? Cek Selengkapnya

"Gak ngaruh, lihat saja, setiap palang pintu ditutup sudah numpuk motor, begitu dibuka, macet. Kalau ga ada relawan yang ngatur ngunci itu. Belum angkot ngetem," tuturnya.

Senada dikatakan oleh Herlina warga Cipayung Kota Depok. Ia mengaku, kondisi tersebut terjadi setiap hari. 

Ia pun mengaku memilih bersabar saat melintasi perlintasan kereta tersebut dan tidak mengambil jalur orang.

Baca Juga: Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Kabupaten Bogor, Hadirkan Kawasan Modern Terintegrasi

"Padahal baru semalam itu ada kecelakaan kereta. Kalau saya sabar aja, daripada maksa nutup jalan orang, cuman agak lama dikit. Tapi lebih aman," tuturnya.

Ia berharap agar pembangunan Underpass Citayam bisa segera terealisasi. Mengingat kondisi di perlintasan kereta Citayam saat ini sudah sangat krodit.

"Iya, underpass untuk solusi jangka panjang bisa segera dibangun. Terus kalau bisa jam jam sibuk pagi dan malam bisa ada petugas yang mengatur lalulintas sama penertiban angkot yang ngetem ngehakangin jalan," pintanya.

Bakal Dibangun Underpass

Pemkot Depok mengajukan pembangunan underpass di perlintasan sebidang kereta api Jalan Raya Citayam, sebagai solusi kemacetan kronis yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.

Proyek ini ditargetkan menjadi prioritas pembangunan tahun 2027 melalui kerja sama lintas daerah dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah Kota Depok dan Kabupaten Bogor sudah menandatangani kesepakatan pembebasan lahan underpass Citayam.

Baca Juga: Aranya Coffee and Forest Bogor, Tempat Nongkrong Sejuk di Tengah Alam yang Bikin Betah

Rencananya proyek tersebut akan dibangun dari anggaran Provinsi Jawa Barat pada 2027.

"Jadi dalam kesepakatan itu, Pemerintah Kota Depok akan membebaskan lahan untuk keperluan underpass Jalan Raya Citayam atau Underpass Citayam, begitu juga dengan Pak Bupati Bogor akan membebaskan lahan di wilayah Bogor," kata walikota Depok Supian Suri. (faj)

Editor : Yosep Awaludin
#citayam #kota depok #perlintasan kereta