RADAR BOGOR - Peristiwa kecelakaan maut yang terjadi antara Kereta Rel Listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek menuai simpatik dari pemuda sekitar.
Mereka yang tergabung dalam Aliansi Anak Muda Bekasi turut melakukan aksi simbolik berupa tabur bunga di depan Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026 sore.
Pantauan Radar Bogor di lokasi, para pemuda turut mengenakan kostum serba hitam, bunga tersebut dirangkai dengan tulisan ‘Pray For BKTM”, tulisan itu dikelilingi oleh lilin.
Sedikitnya ada delapan lilin yang dinyalaan saat momen tersebut, warga yang berada di sekitar Stasiun Bekasi Timur turut menyaksikan momen haru itu.
Perwakilan Pemuda, Juhartono menjelaskan aksi simbolik tabur bunga ini bagian dari respon pihaknya yang prihatin atas insiden maut yang terjadi.
“Kami melihat bahwasannya hari ini begitu terpukul, sudah ada 15 korban meninggal dunia dan 84 luka-luka tentu kami sangat prihatin,” kata Juhartono.
Juhartono berharap pemerintah dapat mengusut tuntas kecelakaan maut tersebut, begitu pun proses evakuasi juga diminta dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Kami berharap banyak pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah mengusut tuntas apa yang terjadi dan menjadi bentuk kendala proses evakuasinya,” ujarnya.
Sementara itu, petugas masih berjibaku mengevakuasi gerbong KRL yang terdampak, alat berat terlihat masih bekerja mengangkut sisa-sia material di Stasiun Bekasi Tmur hari ini.(bay)
Editor : Eka Rahmawati