RADAR BOGOR - Suasana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi terlihat dijaga ketat pasca insiden maut yang melibatkan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek, Selasa, 28 April 2026 malam.
Aparat kepolisian turut berjaga di depan rumah sakit ini dan mendirikan posko pengaduan dan informasi terkait kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur.
Di dalam posko tersebut ada satu televisi dan papan tulis, di dalamnya memuat data dan kondisi termutakhir dari para korban kecelakaan Bekasi Timur.
Dalam papan informasi, dituliskan bahwa korban kecelakaan KRL ada sebanyak 97 orang, 15 orang dikabarkan meninggal dunia sementara 82 luka-luka.
Di RSUD Bekasi sempat menangani 57 korban, data ini merupakan gabungan dari mereka yang dikabarkan meninggal dunia, rawat inap dan dipulangkan.
Radar Bogor sempat mendatangi Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bekasi yang di dalamnya terlihat cukup padat, sementara petugas sibuk melayani pasien.
Namun mayoritas korban yang ditangani di RSUD Bekasi sudah tak lagi di IGD, mereka kini sudah masuk ke dalam ruang rawat inap pasien.
“Sekarang sudah tidak ada yang di IGD kebanyakan sudah masuk rawat inap, dan sebagian sudah ada yang dipulangkan, di sini sempat ada 57 korban,” kata petugas kemanan Robby saat berbincang dengan Radar Bogor.
Mereka yang kini melakukan rawat inap mayoritas dilarikan ke Gedung D atau Bougenville, suasana di sekitar gedung inipun terlihat sepi.
Aktivitas jenguk pasien di area gedung turut dibatasi, petugas kemanan menyampaikan waktu besuk pasien hanya berlangsung dari pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
“Jadi sekarang sudah tidak bisa lagi masuk, karena pasien termasuk keluarganya sudah harus beristirahat,” ucap petugas keamanan di Gedung D RSUD Bekasi.
Sejumlah pejabat publik dikabarkan sempat besuk ke RSUD Bekasi, mulai dari Presiden Prabowo Subianti, hingga Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, Agus Hari Murti Yudoyono.(bay)
Editor : Eka Rahmawati