RADAR BOGOR - Kericuhan terjadi di kawasan Jalan Cikapayang, Kota Bandung, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Aksi yang semula berupa demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat berubah menjadi insiden anarkis setelah sekelompok massa berpakaian serba hitam berpindah lokasi dan melakukan pembakaran di sejumlah titik.
Peristiwa terjadi sejak siang hingga menjelang sore, ketika massa mulai memadati kawasan tersebut.
Baca Juga: Peringatan May Day 2026 Berubah Wajah, Buruh Cikarang Sebut Lebih Kondusif dan Menghibur
Situasi dengan cepat berubah menjadi tidak terkendali.
Kepanikan pun tak terhindarkan, terutama bagi warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi.
Pos polisi di simpang Jalan Cikapayang menjadi salah satu sasaran utama.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya, termasuk warung kecil yang berada tak jauh dari lokasi.
Seorang petugas keamanan pusat perbelanjaan di sekitar kejadian, Arif mengungkapkan, api muncul dan membesar dalam waktu singkat.
Ia menjelaskan, pos polisi serta bangunan di sekitarnya terbakar, sementara situasi saat itu berlangsung sangat cepat dan sulit dikendalikan.
Baca Juga: BCA Pilih 8 Finalis Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa Adu Inovasi untuk Pengembangan Desa Wisata
Selain itu, suasana semakin memanas akibat teriakan provokatif dari sebagian massa yang memicu aksi pembakaran lanjutan.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi, memperburuk kondisi dan mengganggu jarak pandang di sekitar area.
Dampak dari kericuhan ini, langsung terasa pada arus lalu lintas.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Kementan Datangkan Air ke Sawah Sukoharjo
Jalan Cikapayang dilaporkan lumpuh total karena tertutup massa dan material yang dibakar.
Sejumlah pengendara terpaksa memutar arah atau berhenti di titik aman guna menghindari risiko yang lebih besar.
Diketahui, insiden ini merupakan lanjutan dari aksi demonstrasi yang digelar sebelumnya di depan Gedung DPRD Jawa Barat.
Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat menyuarakan tuntutan terkait isu ketenagakerjaan dan kebijakan ekonomi.
Dalam aksi tersebut, peserta demonstrasi membawa sedikitnya tujuh tuntutan utama, termasuk desakan agar pemerintah segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan baru yang dinilai lebih berpihak kepada pekerja. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim