Momen Haru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas di KUA Baleendang Bandung
Eka Rahmawati• Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:39 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menjadi saksi pernikahan di KUA Baleendah Bandung. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
RADAR BOGOR - Momen haru menyelimuti prosesi akad nikah pasangan penyandang disabilitas tuna rudi KUA Baleendah, Kabupaten Bandung yang juga turut disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pasangan penyandang disabilitas tuna rungu yakni Muhammad Sayyid Az Zahiri menikahi sang pujaan hatinya Naila Puja Rislani di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baleendah pada Jumat, 1 Mei 2026.
Prosesi akad nikah berjalan lancar dan penuh khidmat. Sang mempelai pria menggunakan bahasa isyarat lancar menjalani prosesi ijab kabul dibantu juru bahasa isyarat.
Usai dinyatakan sah, keluarga dan sejumlah orang yang hadir di KUA Baleendah tampak terharu bahkan ada yang menangis menyaksikan pernikahan Sayyid dan Puja.
Setelah menjadi saksi nikah, Dedi Mulyadi sempat menyampaikan pesan kepada kedua mempelai agar dapat membangun rumah tangga yang harmonis, penuh kesabaran, serta saling memahami satu sama lain.
Tak hanya itu gubernur Jabar juga menyoroti fasilitas di KUA Kecamatan Baleendah yang menurutnya bakal direnovasi.
"Nanti ruangannya direnovasi, di AC-an (diberi AC)," ujar gubernur Jabar dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Sementara itu selain Dedi Mulyadi hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat Dudu Roham, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag) RI, Ahmad Zayadi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Ramlan Rustandi, Kepala Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Jawa Barat Agus Sutisna, serta Kepala KUA Baleendah Rohmat yang bertindak sebagai penghulu.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag RI Ahmad Zayadi mengapresiasi terhadap pelayanan KUA Baleendah yang tetap berjalan optimal meski bertepatan dengan hari libur nasional.
Ia menilai layanan tersebut tidak hanya profesional, tetapi juga inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Ia menegaskan bahwa KUA memiliki peran penting sebagai pusat layanan keagamaan di tingkat kecamatan yang mampu menghadirkan pelayanan yang menghargai semua lapisan masyarakat.
Ahmad juga menyampaikan komitmen Kemenag untuk terus meningkatkan kompetensi para penghulu agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Selain itu, penguatan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian, termasuk rencana revitalisasi KUA Baleendah melalui skema pembiayaan SBSN pada tahun 2027.
“Kita menyaksikan langsung bagaimana saudara-saudara kita penyandang disabilitas dapat menjalani prosesi akad nikah dengan baik dan penuh penghormatan,” ujar Ahmad Zayadi dalam keterangannya melalui laman resmi Kemenag Jawa Barat.