RADAR BOGOR - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi korban luka dalam kecelakaan antara KRL dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Hingga saat ini, KAI mencatat sebanyak 76 korban luka telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan di rumah, sementara 24 korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam keterangannya melalui akun Instagram resmi @kai121_, KAI menegaskan bahwa proses pemulihan para korban terus didampingi secara intensif.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,1 di Kabupaten Bandung, BMKG: Hati-Hati Gempabumi Susulan
"76 pelanggan telah kembali ke rumah dan 24 pelanggan masih dalam perawatan. setiap langkah pemulihan kami dampingi," demikian keterangan KAI sebagaimana dilansir dari akun Instagram @kai121_ Sabtu, 2 Mei 2026.
Selain itu, KAI juga memastikan layanan pendampingan di Posko Bekasi Timur akan tetap berlangsung hingga 11 Mei 2026. Pendampingan tersebut mencakup layanan kesehatan, bantuan administrasi, serta dukungan lanjutan seperti trauma healing bagi para korban.
Di sisi lain, proses penanganan barang milik penumpang juga masih berjalan. Dari total 115 barang yang ditemukan, sebanyak 57 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara 58 lainnya masih dalam tahap verifikasi.
Diketahui, kecelakaan tersebut terjadi pada Senin, 27 April 2026, melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Editor : Eka Rahmawati