RADAR BOGOR - Suasana Lebaran Depok di Alun-alun Grand Depok City (GDC) pada Kamis, 7 mei 2026 menghadirkan nuansa nostalgia era 1970-an yang begitu kental.
Banyak warga yang turut hadir di Lebaran Depok di Alun-alun GDC dengan busana khas era tersebut, termasuk Wali Kota Depok, Supian Suri.
Orang nomor satu di Kota Depok itu tampak mengenakan pakaian bergaya klasik tahun 70-an di lebaran yang diselenggarakan di Alun-alun GDC. Dia menggunakan kemeja putih lengan panjang dipadukan dengan rompi hitam dan celana cut bray.
Ia juga melengkapi penampilannya dengan syal di leher yang senada dengan busana Cing Ikah yang mendampinginya.
Selain nuansa nostalgia, gelaran Lebaran Depok 2026 juga diramaikan dengan pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai produk kuliner dan kerajinan lokal ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Wali Kota Depok, Supian Suri, memberikan apresiasi terhadap kualitas produk UMKM yang dipamerkan.
Baca Juga: Waspada! Bencana Hantui Kota Bogor, Hilangnya RTH dan Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
Ia menilai makanan yang disajikan memiliki cita rasa yang lezat, sementara produk kerajinan juga dinilai memiliki kualitas yang baik.
“Kerajinannya bagus-bagus, dan makanannya dari UMKM Depok ini enak-enak,” ujar Supian Suri, Kamis (7/5/2026).
Melihat potensi tersebut, Supian menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari kepala perangkat daerah, camat, hingga lurah, untuk ikut membeli produk UMKM sebagai bentuk dukungan nyata.
Ia bahkan mendorong agar setiap pejabat minimal membelanjakan Rp100.000 untuk produk lokal guna membantu meningkatkan kelas pelaku usaha di Depok.
Supian menegaskan bahwa dukungan terhadap produk lokal menjadi salah satu kunci dalam mendorong kemajuan UMKM di Kota Depok.
Selain UMKM, ia juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya. Menurutnya, pelaksanaan Lebaran Depok yang ke-7 ini menjadi bukti konsistensi dalam menjaga tradisi daerah.
Baca Juga: Bekas Galian Utilitas di Bogor Dikeluhkan Warga, Sisakan Jalan Rusak hingga Picu Kecelakaan
Ia turut mengapresiasi peran Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) yang terus aktif menjaga dan mempererat silaturahmi melalui kegiatan budaya.
“Kita siap sedikit repot memakai pakaian adat ini demi melestarikan budaya kita,” kata Supian yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Depok, Cing Ikah.
Viralkan Keunikan Depok
Dalam kesempatan itu, Supian juga menyampaikan apresiasi kepada para konten kreator yang telah membantu mempromosikan keunikan Kota Depok, mulai dari kuliner hingga suasana Car Free Day (CFD).
Namun demikian, ia mengingatkan agar para pembuat konten tetap menyajikan informasi yang objektif dan tidak menyebarkan hoaks maupun cerita tidak benar.
“Jangan viralkan hal yang tidak ada. Tidak ada pocong gentayangan atau babi ngepet. Yang perlu diviralkan itu kuliner, budaya, dan keunikan Depok,” tegasnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada penggerak PKK yang dinilai konsisten dalam melestarikan budaya lokal melalui penggunaan pakaian tradisional.
“Terima kasih kepada Cing Ikah dan tim PKK yang menginisiasi pakaian saya hari ini,” ujarnya.
Supian menambahkan, penggunaan pakaian adat sesuai pakem budaya memang membutuhkan usaha lebih, namun hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya leluhur.
“Demi pelestarian budaya, kita siap melakukan apapun,” tutupnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga