RADAR BOGOR – Kehadiran angkot AC di Kota Depok kini tinggal kenangan. Setelah hampir sepekan berhenti beroperasi, angkot berwarna silver yang melayani trayek D10A Terminal Depok–Terminal Jatijajar via Grand Depok City (GDC) sudah tidak lagi terlihat melintas di jalanan.
Salah satu titik yang kini tampak sepi berada di kawasan Boulevard Grand Depok City. Yang tersisa hanya rambu halte naik turun penumpang angkot di beberapa titik, termasuk di pertigaan Jalan Sasak yang menghubungkan Kalimulya dan kawasan GDC.
Seorang warga Jalan Sasak Depok, Dinda, mengaku biasa menggunakan angkot AC dari lokasi tersebut. Namun kini trayek itu sudah tidak tersedia lagi.
Baca Juga: Progres Penyaluran Bansos YAPI, PIP hingga PKH-BPNT Tahap 2 2026, Ini Penyebab Bantuan Terhenti
“Biasanya naik dari sini, sekarang sudah enggak ada,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Dinda, angkot AC D10A dikenal sebagai salah satu moda transportasi paling nyaman di Depok. Meski demikian, jumlah penumpangnya dinilai tidak pernah terlalu ramai.
“Memang paling nyaman, cuma penumpangnya sepi. Selama saya naik, hampir enggak pernah penuh,” katanya.
Meski minim penumpang, warga menilai keberadaan angkot di jalur tersebut tetap dibutuhkan sebagai sarana transportasi harian. Mereka berharap segera ada layanan pengganti.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, menyampaikan bahwa trayek tersebut nantinya akan digantikan armada angkutan listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Angkutan listriknya akan segera bergulir dalam waktu dekat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat menekan biaya operasional sehingga tarif angkutan menjadi lebih terjangkau, dengan estimasi sekitar Rp5.000 per perjalanan.
Sementara itu, Kasie Angkutan Penumpang Dalam Kota Dishub Depok, Mathaeous Ericson Siahaan, memastikan trayek dan sistem layanan tidak berubah.
Armada listrik nantinya tetap melayani rute D10A Terminal Depok–Terminal Jatijajar via GDC, hanya jenis kendaraannya yang diganti menjadi berbasis listrik atau go green.
Sebelumnya, penghentian operasional angkot AC diumumkan oleh pengelola PT Comuter Anak Bangsa (CAB) melalui media sosial. Layanan mikrotrans D10A resmi berhenti beroperasi sejak 2 Mei 2026.
Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan penghentian operasional terjadi akibat persoalan internal perusahaan pengelola. Ia menegaskan program tersebut merupakan inisiatif pihak swasta tanpa subsidi dari Pemerintah Kota Depok.
Saat ini, Pemkot Depok tengah menyiapkan skema baru agar layanan transportasi tersebut dapat kembali berjalan dan terintegrasi dengan moda transportasi massal seperti BisKita maupun konsep transportasi serupa JakLingko di Jakarta.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga