Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dedi Mulyadi Turun Tangan di Tasikmalaya, Bocah Kelas 1 SD yang Mogok Nulis Akhirnya Mau Pegang Pulpen Lagi Usai Ketemu Gubernur Jawa Barat

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 8 Mei 2026 | 20:03 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membujuk seorang anak di Tasikmalaya agar mau menulis. (KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membujuk seorang anak di Tasikmalaya agar mau menulis. (KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

RADAR BOGOR - Momen tak terduga terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. 

Seorang ibu mendatangi orang nomor satu di Jawa Barat itu untuk meminta bantuan terkait putranya yang mengalami kesulitan dan enggan menulis di sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cikadu, Kabupaten Tasikmalaya, ketika sang ibu menyampaikan keluhan mengenai anaknya yang duduk di bangku kelas 1 SD (sekolah dasar).

Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2, Dilengkapi Bantuan Beras hingga YAPI, Ini Penyebab Saldo KKS Masih Kosong

Menurut pengakuannya, sang anak selama ini menolak menulis saat berada di sekolah meski sudah berkali-kali dibujuk oleh guru maupun keluarga.

Kedatangan Gubernur Jawa Barat itu rupanya membuat suasana berubah dramatis. Bocah tersebut sempat terlihat menangis sambil memeluk erat ibunya saat diajak berbicara langsung oleh Dedi Mulyadi.

Dalam suasana santai namun penuh ketegasan, Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat mencoba membangun komunikasi dengan anak tersebut menggunakan pendekatan khasnya yang sederhana dan akrab.

Baca Juga: Bansos Tahap 2 2026 Sudah Mulai Cair di Aceh Sulawesi dan NTT, KPM Pemilik KKS Mandiri Segera Menyusul

Ia menanyakan secara langsung apakah sang anak bersedia kembali belajar menulis.

Dengan gaya bercanda yang mengundang perhatian warga sekitar, Dedi Mulyadi bahkan sempat memberi “ancaman ringan” bahwa dirinya akan datang langsung ke rumah bila si anak tetap menolak menulis.

“Kalau nanti tidak mau menulis, saya datang ke rumah ya,” ujar Dedi Mulyadi kepada bocah tersebut saat berdialog di hadapan warga dikutip Radar Bogor di YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Jumat 8 Mei 2026.

Baca Juga: Guru Besar IPB Ungkap Titik Lemah Program MBG, Sebut Risiko Akan Terus Berulang Jika Sistem Tak Dibangun Total

Pernyataan itu justru mencairkan suasana. 

Setelah beberapa kali dibujuk, bocah tersebut akhirnya mulai menunjukkan respons positif.

Dibimbing Menulis Langsung di Hadapan Gubernur Jawa Barat

Tak berhenti pada nasihat, Dedi Mulyadi kemudian meminta disiapkan pulpen dan buku tulis. 

Baca Juga: Siap-siap Surat Undangan Pos, 475 Ribu Lebih KPM Baru Resmi Terdaftar Bansos Reguler Tahap 2 Tahun 2026

Di hadapan masyarakat yang menyaksikan, ia membimbing anak itu menuliskan namanya sendiri.

Dengan sabar, Dedi Mulyadi mengarahkan langkah demi langkah cara membentuk huruf. 

Perlahan, sang anak mulai menulis dan mengikuti instruksi yang diberikan.

Baca Juga: Hadir di Kampus ITB Vinus Bogor, Pemain Film Suamiku Lukaku Bicara Isu Kekerasan dalam Relasi

Momen tersebut disambut tepuk tangan warga yang hadir. 

Sang ibu pun tampak lega melihat putranya akhirnya mau memegang pulpen dan menulis.

Ia mengaku, tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan gubernur dan mendapatkan perhatian khusus untuk persoalan pendidikan anaknya.

Baca Juga: Rahasia Ibu UMKM Tetap Produktif Tanpa Burnout, Dosen IPB Bongkar Cara Atur Waktu yang Efektif

“Saya hanya berharap anak saya mau belajar menulis lagi dan semangat sekolah,” ungkap sang ibu kepada warga yang berada di lokasi.

Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Calistung

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menegaskan bahwa kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung merupakan fondasi penting bagi masa depan anak-anak.

Ia juga mengingatkan para orang tua untuk terus mendampingi proses belajar anak di rumah, terutama bagi siswa kelas awal sekolah dasar.

Baca Juga: Surat Pencairan Bansos PKH Tahap 2 2026 Sudah Terbit, 7 Juta Lebih KPM Siap Terima Dana, Perhatikan Batas Penarikan Saldo KKS

Menurut Dedi Mulyadi, pendekatan yang tepat kepada anak bukan hanya dengan tekanan, melainkan juga lewat komunikasi yang hangat dan motivasi yang membangun.

“Anak-anak harus dibimbing dengan kesabaran. Yang terpenting adalah menumbuhkan kemauan belajar dari dalam dirinya,” pesannya.

Viral dan Jadi Sorotan Warganet

Momen interaksi antara Dedi Mulyadi dan bocah asal Tasikmalaya itu kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Mahasiswa S3 IPB Datangi DPRD Jawa Barat, Dorong Raperda Perlindungan Keluarga Hadapi Ancaman Krisis Sosial

Banyak warganet menilai, pendekatan humanis yang dilakukan Dedi Mulyadi mampu memberikan motivasi tersendiri bagi anak-anak maupun orang tua dalam menghadapi tantangan pendidikan dasar.

Peristiwa sederhana di Kampung Cikadu ini pun menjadi pengingat bahwa persoalan pendidikan anak sering kali membutuhkan sentuhan personal, empati, dan keterlibatan semua pihak. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #tasikmalaya #gubernur jawa barat