Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BGN Ungkap Fakta Baru Keracunan MBG Cianjur, Zat Kimia Jadi Sorotan

Rani Puspitasari Sinaga • Selasa, 12 Mei 2026 | 10:54 WIB
Hasil investigasi BGN soal kasus keracunan MBG di Cianjur. Foto: Laman BGN
Hasil investigasi BGN soal kasus keracunan MBG di Cianjur. Foto: Laman BGN

RADAR BOGOR - Badan Gizi Nasional (Badan Gizi Nasional) mengungkap hasil investigasi terkait dugaan kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sebagai informasi, pada periode Rabu, 15 April 2026 hingga Jumat, 17 April 2026, tercatat BGN sedikitnya 63 balita dan ibu menyusui mengalami gejala keracunan setelah diduga mengonsumsi menu MBG yang dibagikan melalui posyandu di dua desa di Kecamatan Leles, Cianjur.

Hasil investigasi akhir BGN menemukan, bahwa sebagian besar menu makanan MBG yang disajikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leles 2, Sukasirna, Cianjur tidak terkontaminasi bakteri.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Usulkan Pajak Kendaraan Dihapus, Diganti Sistem Jalan Berbayar, Begini Konsepnya

Namun, pada menu tumis pakcoy ditemukan adanya cemaran zat kimia nitrit yang melebihi batas aman menurut standar The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA).

Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Arie Karimah Muhammad, menyampaikan bahwa batas maksimum nitrit menurut JECFA adalah 0,07 mg/kg berat badan per hari.

Sementara itu, sampel tumis pakcoy mengandung 11,85 mg/kg, atau sekitar 169 kali lebih tinggi dari ambang batas aman. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Sidak BGN, Selasa, 12 Mei 2026.

Baca Juga: Hasil Cek Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 Hari Ini 12 Mei 2026: Berikut Update Terbaru KKS Bank Mandiri

Hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat juga menunjukkan bahwa menu pada tanggal 13, 14, 15, 17, dan 18 April 2026 dinyatakan negatif dari bakteri Salmonella sp, S. aureus, E. coli, dan B. cereus.

Arie menjelaskan bahwa secara alami, sejumlah sayuran memang dapat mengandung nitrit yang bisa meningkat akibat aktivitas bakteri yang mengubah nitrat menjadi nitrit.

Selain itu, cemaran juga diduga berasal dari penggunaan pupuk nitrogen berlebih, air tanah yang terkontaminasi limbah, atau aktivitas industri kimia di sekitar lahan pertanian.

Baca Juga: Oknum Guru di Bogor Diduga Lakukan Perbuatan Terlarang kepada Siswa, Modusnya Bimbingan Konseling

Nitrit sendiri diketahui dapat memicu kondisi methemoglobinemia, yaitu gangguan yang menurunkan kemampuan hemoglobin dalam darah untuk mengangkut oksigen.

Akibatnya, penderita dapat mengalami kelelahan hingga sesak napas karena kekurangan oksigen di jaringan tubuh.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#keracunan #Mbg #cianjur #BGN