Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siapkan Skema Bayar Oksigen di APBD 2027, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Daerah Penjaga Hutan Akan Dapat Dana Khusus

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:27 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan skema bayar oksigen dan air bersih. (Foto : DPRD Jawa Barat)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan skema bayar oksigen dan air bersih. (Foto : DPRD Jawa Barat)

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, rencana baru Pemerintah Provinsi Jabar dalam penyusunan APBD 2027 dengan memberikan alokasi anggaran lebih besar kepada daerah yang menjaga lingkungan hidup.

Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat pada 2026. 

Dalam forum tersebut, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah industri dan daerah yang berperan menjaga ekosistem alam.

Baca Juga: Strategi Baru Dedi Mulyadi Cetak Kelas Menengah Jabar, Anak Desa Disiapkan Gubernur Jawa Barat Jadi Manajer Industri

Menurut Dedi Mulyadi, daerah yang menghasilkan oksigen serta menjaga sumber air bersih harus memperoleh perhatian khusus dalam distribusi anggaran pemerintah daerah. 

KDM menilai, kawasan yang menjaga hutan, sungai, sawah, dan lingkungan hidup memiliki kontribusi besar terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat dan industri di Jawa Barat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengalokasikan anggaran sebagai bentuk kompensasi ekologis atau “pembayaran oksigen” dan “pembayaran air bersih” kepada daerah-daerah tersebut.

Baca Juga: Pencairan Bansos Melalui KKS BNI dan BSI Meledak di Berbagai Daerah, Segera Cek Saldo Sebelum Hangus

Dedi Mulyadi menjelaskan, sumber anggaran itu nantinya berasal dari pendapatan sektor industri yang berkembang di sejumlah wilayah Jawa Barat. 

Dana tersebut kemudian akan didistribusikan kepada daerah nonindustri yang selama ini menjaga keseimbangan lingkungan.

KDM menilai, kebijakan tersebut penting agar daerah yang tidak menjadi pusat investasi tetap memiliki peluang pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga: SPMB Kota Bogor Segera Dibuka, Ini Pembagian Kuota Jalur SMP dan SD

Menurut Dedi Mulyadi, wilayah yang menjaga hutan, sungai, dan kawasan pertanian dapat dikembangkan melalui ekonomi berbasis ekosistem, terutama sektor pariwisata dan lingkungan hidup.

Melalui skema itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan industri, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah berbasis konservasi alam.

Baca Juga: Arungi Liga 4 Seri 1 Jawa Barat, Bogor Raya FC Seleksi Pemain

Dedi Mulyadi menegaskan, pembangunan Jawa Barat ke depan harus berjalan beriringan antara pertumbuhan investasi, pelestarian lingkungan, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #oksigen #bogor #air #gubernur jawa barat