Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Spill Alasan Geser Anggaran APBD 2025, Dedi Mulyadi: Fokus Jalan, Irigasi hingga Sekolah di Jawa Barat

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:37 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan geser APBD.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan geser APBD.

RADAR BOGOR - Dedi Mulyadi yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat menjelaskan, alasan di balik kebijakan pergeseran anggaran APBD 2025 yang sempat menjadi sorotan publik. 

Penjelasan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat pada 2026.

Dalam forum itu, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) mengakui, adanya perubahan sejumlah alokasi anggaran yang sebelumnya telah tercantum dalam APBD. 

Baca Juga: Siapkan Skema Bayar Oksigen di APBD 2027, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Daerah Penjaga Hutan Akan Dapat Dana Khusus

Namun, ia menegaskan langkah tersebut dilakukan berdasarkan kewenangan yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, saat dirinya resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat, dokumen APBD 2025 telah lebih dulu disusun. 

Karena itu, pemerintah daerah diberikan ruang oleh Menteri Dalam Negeri untuk melakukan penyesuaian dan pergeseran anggaran agar selaras dengan visi dan misi kepala daerah yang baru.

Baca Juga: Strategi Baru Dedi Mulyadi Cetak Kelas Menengah Jabar, Anak Desa Disiapkan Gubernur Jawa Barat Jadi Manajer Industri

Dedi Mulyadi menjelaskan, kewenangan tersebut hanya berlaku pada masa transisi awal pemerintahan dan tidak lagi diterapkan pada APBD 2026.

Ia menegaskan, seluruh pergeseran anggaran dilakukan untuk program-program yang dianggap produktif dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. 

Fokus utama pengalihan anggaran diarahkan pada pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan irigasi, pengembangan jaringan listrik pedesaan, bantuan bagi masyarakat miskin, sektor pendidikan, hingga pelayanan dasar kesehatan.

Baca Juga: Pencairan Bansos Melalui KKS BNI dan BSI Meledak di Berbagai Daerah, Segera Cek Saldo Sebelum Hangus

Menurut Dedi Mulyadi, tidak ada anggaran yang dialihkan untuk kepentingan belanja pribadi gubernur ataupun pengeluaran rutin yang tidak produktif. 

Ia memastikan, seluruh kebijakan anggaran diarahkan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik di Jawa Barat.

Dalam pandangannya, kebijakan tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah untuk mengambil langkah nyata demi kepentingan masyarakat. 

Baca Juga: SPMB Kota Bogor Segera Dibuka, Ini Pembagian Kuota Jalur SMP dan SD

KDM menilai, lebih baik melakukan terobosan untuk menghadirkan manfaat daripada membiarkan persoalan publik tanpa solusi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sambung Dedi Mulyadi, akan terus memastikan penggunaan APBD difokuskan pada program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan daerah. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #bogor #KDM #gubernur jawa barat #apbd