RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah melakukan kajian menyeluruh terkait keberlanjutan aktivitas pertambangan dan jalur tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Kajian tersebut, kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menjadi dasar sebelum pemerintah memutuskan kelanjutan pembangunan jalur tambah khusus angkutan tambang di kawasan Bogor Barat tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kajian teknis dan lingkungan sangat penting dilakukan guna menentukan arah kebijakan sekaligus melihat dampak jangka panjang bagi masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat ditemui di Situs Batutulis, Kota Bogor, Kamis, 14 Mei 2026.
Baca Juga: Canggih! Pergerakan Ribuan Jamaah Haji Indonesia Dipantau Real Time dari Daker Makkah
Menurutnya, pemerintah tidak hanya membahas pembangunan jalan tambang semata, tetapi juga mempertimbangkan apakah aktivitas pertambangan di wilayah tersebut masih memiliki keberlanjutan di masa depan.
“Khusus jalan tambang, kita lihat dulu progres dan ketersediaannya. Bukan hanya soal jalannya, tetapi juga apakah aktivitas tambang itu sendiri masih akan berlanjut atau tidak,” ujar Dedi.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil kajian lingkungan mengenai aktivitas pertambangan di Bogor Barat. Fokus utama kajian tersebut adalah menentukan luas area tambang yang masih layak beroperasi serta menyiapkan strategi kehidupan masyarakat setelah aktivitas tambang selesai.
Baca Juga: Puyuh Goreng Kopi Gratis, Kuliner Unik di Kaki Gunung Salak yang Wajib Dikunjungi Warga Bogor
“Kalau memang masih berlanjut, berapa luas wilayahnya? Lalu setelah tambang selesai, apa yang akan dilakukan untuk keberlangsungan hidup masyarakat? Itu yang sedang kami rumuskan agar kebijakannya tepat,” katanya.
Selain membahas infrastruktur, Dedi juga menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi bagi wilayah penghasil tambang. Ia berencana mendorong skema pembagian pajak tambang yang lebih besar untuk desa-desa yang terdampak langsung.
“Rencana saya, 70 persen pajak tambang harus kembali ke desa tempat tambang itu berada. Saya ingin pembangunan yang berkeadilan,” tegasnya.
Keberadaan jalan khusus tambang di Bogor Barat selama ini menjadi perhatian masyarakat karena dianggap penting untuk mengurangi kerusakan jalan umum dan kemacetan akibat lalu lalang kendaraan tambang.
Namun, Pemprov Jawa Barat menegaskan bahwa realisasi proyek tersebut harus sejalan dengan hasil evaluasi menyeluruh mengenai masa depan pertambangan di wilayah Bogor Barat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga