RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi gencar menyelesaikan program pemasangan listrik bagi warga kurang mampu.
Dedi Mulyadi menjelaskan sebelum dirinya memimpin sebagai kepala daerah di Provinsi Jawa Barat terdapat sekitar 198 ribu lebih warga yang belum memiliki listrik dan kini tersisa 82 ribu.
"Ketika saya menjabat sudah dipasang 101 ribu, tahun ini mau dipasang lagi sekitar 15 ribu lagi, jadi sisanya kurang lebih ya 82 ribuan nanti itu segera tahun 2027 kami anggarkan," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya di Instagram @dedimulyadi71, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dedi menyatakan bahwa sudah kewajiban gubernur untuk membuat jaringan listrik bagi seluruh rakyat yang akan segera diselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun.
"Kami ingin selesaikan hanya dalam waktu 3 tahun tuntas setelah berpuluh-puluh tahun tidak tuntas-tuntas," sambung Dedi Mulyadi.
Pada kesempatan tersebut, gubernur Jawa Barat itu pun menyoroti video viral seorang warga yang mengeluhkan tak bisa membeli token listrik setelah mendapat pemasangan listrik gratis dari pemerintah.
Dalam video yang diunggah ulang di akun Instagramnya, seorang wanita memperlihatkan kondisi seorang nenek di sebuah rumah panggung yang disebutnya terbebani dengan pembelian token listrik setiap bulannya dan mengadukannya kepada Dedi Mulyadi.
Menanggapi video tersebut, Dedi Mulyadi meyakini sang nenek masih bisa membeli token dengan berbagai cara.
"Bayar tokennya saya yakin si Emak dapat bantuan PKH, bantuan pangan non tunai atau saya yakin si Emak juga punya keluarga punya anak, anaknya nyisihin Rp1000 saja sehari untuk bayar listrik masa gak bisa," tegas Dedi Mulyadi.
Ia juga meminta seorang pengunggah video untuk membantu si Emak tersebut membel token yang menurutnya masih bisa dijangkau.
"Daripada teteh teriak-teriak sama teteh bantu si Emak bayarin listrik, masa teteh gak bisa, masa beli kuota bisa," ucap gubernur Jabar Jawa Barat.
Editor : Eka Rahmawati