RADAR BOGOR - Bagi orang tua yang tinggal dekat SMAN 1 Kota Depok yang jadi Sekolah Maung, siap-siap untuk mencari sekolah alternatif.
Pasalnya, Sekolah Maung tak lagi menerima sistem zonasi. Selain itu, sekolah ini nampaknya bakal menjadi sekolah eksklusif. Jumlah siswanya terbatas.
Di Depok, Sekolah Maung dikabarkan dalam satu ruang kelas diisi 20 Siswa. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan kebijakan sebelumnya. Dimana satu kelas di 50 siswa.
"Kemarin informasi awal dari bapak kepala sekolah, untuk Sekolah Maung itu kurang lebih 20 siswa. Di sini ada 10 kelas, jadi kuota sekitar 200 siswa," kata Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Depok, Iwan Setiawan kepada Radar Bogor.
Namun demikian, kata dia, untuk kuota pastinya, saat ini masih nunggu juknis resmi. "Untuk pastinya masih menunggu juknis resmi," tuturnya.
Ia mengatakan, untuk jumlah siswa sendiri pada tahun ajaran sebelumnya, satu ruang kelas di isi 47 hingga 48 siswa. Dengan menjadi Sekolah Maung, tentunya ada penyesuaian kembali.
Baca Juga: Rekomendasi Coffee Shop di Bogor, Aumont Kofie Tawarkan Area Semi Outdoor Nyaman
Sementara itu bagi orang tua calon siswa, mengatakan, untuk Sekolah Maung sendiri tidak menerima peneriman siswa secara reguler.
Sehingga bagi masyarakat di sekitar sekolah yang tidak memenuhi kriteria Sekolah Maung bisa mendaftarkan anaknya di sekolah lain.
"Tidak ada sistem zonasi, jadi bisa mendaftar ke SMAN 2 Depok atau yang lainya," tututunya.
Sementara itu untuk jalur penerimaan Sekolah Maung di Depok, kata dia terbagi dalam tiga jalur.
Pertama, Jalur Potensi Akademik, kemudian jalur Kompetensi Akademik dan ketiga Jalur Kompetensi Non akademik.
Pada jalur akademik, akan mempertimbangkan aspek potensi akademik, kemampuan akademik, hingga kategori siswa dengan cerdas bakat istimewa.
Sementara untuk jalur nonakademik, para calon peserta didik dapat mendaftarkan diri dengan melampirkan sertifikat kejuaraan resmi yang pernah diraih sebelumnya.
"Yang nonakademik bisa menggunakan sertifikat-sertifikat kejuaraan baik dalam bidang seni, olahraga, maupun keagamaan dan kepemimpinan," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin