Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada Modus Baru Maling Motor di Depok, Sasar Tukang Ojek hingga Pura-Pura Mau Ngontrak

Arif Al Fajar • Jumat, 22 Mei 2026 | 23:10 WIB
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi saat menyampaikan keterangan.(Fajar/Radar Bogor)
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi saat menyampaikan keterangan.(Fajar/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Aksi pencurian kendaraan bermotor ( Curanmor) di Kota Depok kian beragam. Mereka tak hanya mencuri dengan cara mengendap-ngendap. Menyasar motor korban yang lepas dari pengawasan.

Atau juga mengambil paksa dengan cara membegal sembari mengancam korbannya dengan senjata tajam ata senjata api.

Kini, berbagai modus baru muncul. Para pelaku beraksi dengan mengarah psikologi para korbanya. 

Seperti sejumlah kasus yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Depok. Para pelaku curanmor di kota Depok memainkan psikologi para korbannya.

Pertama ada seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial MA. Motor miliknya raib setelah dibawa lari penumpangnya sendiri.

Baca Juga: Penjualan Hewan Kurban Turun, Pedagang di Jalan Pajajaran Kota Bogor Terpaksa Banting Harga

Peristiwa itu berawal dari penumpang offline yang ia antar dan terjadi pada Selasa 19 Mei 2026 pukul 11.30 WIB, di Sukatani, Tapos, Depok.

Pelaku ketika itu turun dari angkutan umum dan mendatangi korban yang sedang mangkal di Jalan Mekarsari lalu bertanya kepada korban untuk menggunakan jasa tanpa melalui aplikasi.

Korban Tukang Ojek 

Korban lalu bersedia dan mengantarkan pelaku ke Jalan Dongkal, Sukatani, Depok dan di tengah perjalanan, korban dan pelaku sempat berhenti di warung lalu muncul seseorang yang diduga teman pelaku mendatangi mereka dengan berpura-pura mengajak ngobrol pelaku.

Baca Juga: Ungkap Kasus Tambang Emas Ilegal di Cigudeg dan Tanjungsari, Polres Bogor Tangkap 4 Pelaku

Selanjutnya korban dan pelaku kemudian pergi tak jauh dari lokasi berhenti dan saat itu pelaku mulai memainkan psikologi korban dengan mengalihkan perhatian serta memintanya mengambilkan bunga sebagai obat yang ada di pinggir jalan.

"Pelaku menunjukkan ke korban untuk mengambil beberapa bunga yang ada di pinggir jalan dekat makam dengan alasan buat obat," kata Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono kepada Radar Bogor.

Setelah itu pelaku kembali meminta tolong kepada korban agar membelikan air minum serta membeirnya uang Rp50 ribu dan di saat itulah pelaku menggasak motor korban serta meninggalkannya di lokasi.

Aksi pencurian motor dengan memainkan psikologis korban juga terjadi di Jalan H Cebeng, Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok dengan modus hampir mirip yakni menyasar psikologi korban.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi memaparkan, pelaku dalam aksinya berpura-pura ingin mengontrak di salah satu indekost. Awalnya, pelaku mendatangi korban dengan alasan ingin menyewa kontrakan.

Untuk meyakinkan korbanya, pelaku tidak langsung beraksi di hari pertama dan baru melakukan aksinya di hari kedua setelah korban benar-benar percaya.

AKP Made memaparkan, korban yang merupakan penghuni dan kepercayaan dari pemilik kontrakan dijanjikan pelaku keesokan harinya untuk kembali datang.

Sesuai kesepakatan, pelaku kembali datang keesokan harinya dan untuk lebih menyakinkan korbannya, memberikan uang muka Rp200.000.

Di hari eksekusi, pelaku kemudian meminta tolong anak korban untuk membelikannya nasi Padang menggunakan sepeda motor.

“Nah, saat anak pelaku keluar membeli makan, pelaku pamit dengan dalih ingin membeli bohlam lampu,” papanya.

Pelaku kemudian dengan sengaja mencegat anak korban yang sebelumnya dimintai tolong untuk membeli nasi Padang.

Kemudian, pelaku meminjam motor kepada anak korban dengan alasan untuk ke warung terdekat tetapi bukannya kembali, justru membawa kabur motor korban.(faj)

Editor : Eka Rahmawati
#modus #maling motor #depok