RADAR BOGOR – Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan sumber daya air hingga tekanan biaya produksi akibat situasi global.
Untuk memperkuat konsolidasi dan strategi bersama, DPD Perkumpulan Pengusaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I di Hotel Sutan Raja, Soreang, Bandung.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 itu dihadiri lebih dari 150 anggota dan menjadi forum penting dalam memperkuat sinergi pelaku industri AMDK di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang selama ini menjadi salah satu pusat industri AMDK nasional.
Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, mengatakan industri AMDK saat ini berada dalam situasi yang penuh tantangan.
Selain menghadapi persoalan pengawasan produk ilegal dan pengelolaan air berkelanjutan, industri juga terdampak kondisi global yang memicu kenaikan harga energi dan bahan baku.
Menurut dia, perubahan situasi tersebut menuntut perusahaan AMDK untuk bergerak lebih adaptif dan inovatif agar mampu menjaga keberlangsungan usaha.
“DPD AMDATARA JDB diharapkan mampu menjadi contoh organisasi daerah yang solid sekaligus responsif terhadap tantangan industri,” ujar Karyanto.
Ia menjelaskan, AMDATARA terus mendorong sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan kepatuhan terhadap standar BPOM dan SNI hingga percepatan penerapan ekonomi sirkular melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR).
Selain itu, asosiasi juga fokus memperkuat ketahanan rantai pasok dan mendorong pengelolaan sumber daya air yang lebih bertanggung jawab demi menjaga keberlanjutan industri ke depan.
Dalam Musda I tersebut, AMDATARA JDB resmi menetapkan kepengurusan baru periode 2026–2031. Zainal Abidin dari PT Tirta Investama terpilih sebagai Ketua DPD AMDATARA JDB.
Ia akan didampingi Aryanto dari CV Aditya Tirta Mandiri sebagai Wakil Ketua, Anda Juanda dari PT Tirta Gracia Semesta Mandiri sebagai Sekretaris, serta Oki Setiawan dari PT Patisa Chakra Mandiri sebagai Bendahara.
Sementara itu, posisi Dewan Pengawas diisi oleh Windoedjaja dari CV Tirta Astro dan Hendra Kosasih dari PT Super Wahana Techno.
Ketua DPD AMDATARA JDB terpilih, Zainal Abidin, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Musda perdana tersebut.
Ia menegaskan kepengurusan baru akan fokus memperkuat kolaborasi antaranggota serta membangun hubungan yang lebih erat dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: KKS BRI Masih Minim Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Bertahap, KPM Diimbau Sabar
“Kami ingin menjadikan DPD AMDATARA JDB sebagai wadah yang mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi industri AMDK terhadap pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” kata Zainal.
Musda I AMDATARA JDB turut dihadiri sejumlah pejabat dan stakeholder terkait.
Di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Ai Saadiah Dwidaningsih, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijanti Punguan Pintaria, hingga Kepala Balai Besar POM Bandung I Made Bagus Geremetta.
Hadir pula Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa Bandung Hendra Yetty, perwakilan kementerian dan pemerintah daerah, supplier pendukung, serta jajaran Dewan Pengurus Pusat AMDATARA. (***)
Editor : Yosep Awaludin