RADAR BOGOR - Kabar gembira bagi para orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya untuk masuk ke Sekolah Maung (Manusia Unggulan) Kota Depok.
Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Depok Iwan Setiawan memaparkan, dari hasil rapat terakhir, jumlah siswa perkelas Sekola Maung sebanyak 32 orang.
"Di SMAN 1 Depok ini ada 10 rombel jadi kuota untuk Sekolah Maung di sini ada 320 siswa," Katanya kepada Radar Bogor Minggu 24 Mei 2026.
Iwan memaparkan untuk pendaftaran Sekolah Maung dimulai Senin 25 hingga 29 Mei 2026.
Namun, terpotong satu hari libur yakni 27 Mei 2026. "Jadi pendaftaran itu 25, 26, 28 dan 29 Mei 2026," papanya.
Sementara itu untuk pengumuman dilakukan pada tanggal 8 Juni 2026. Untuk daftar ulang 8 dan 9 Juni 2026.
Baca Juga: Manchester United Terdepan Gaet Rafael Leao, AC Milan Siap Lepas Murah di Bursa Transfer 2026
Sementara itu, untuk penilaian pada jalur prestasi akademik dan jalur prestasi non- akademik, dilakukan melalui pemeringkatan nilai tertinggi hingga terendah. "Sampai batas kuota daya tampung terpenuhi," paparnya.
Adapun, dalam hal pada batas kuota daya tampung terdapat beberapa calon peserta didik yang memiliki nilai yang sama, selanjutnya dilakukan pemeringkatan berdasarkan total nilai rata-rata rapor. "Dari semester 1 sampai semester 5," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Bagi orang tua yang tinggal dekat SMAN 1 Kota Depok yang jadi Sekolah Maung, siap-siap untuk mencari sekolah alternatif.
Pasalnya, Sekolah Maung tak lagi menerima sistem zonasi. Selain itu, sekolah ini nampaknya bakal menjadi sekolah eksklusif. Jumlah siswanya terbatas.
Di Depok, Sekolah Maung dikabarkan dalam satu ruang kelas diisi 20 Siswa. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan kebijakan sebelumnya. Dimana satu kelas di 50 siswa.
"Kemarin informasi awal dari bapak kepala sekolah, untuk Sekolah Maung itu kurang lebih 20 siswa. Di sini ada 10 kelas, jadi kuota sekitar 200 siswa," kata Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Depok, Iwan Setiawan kepada Radar Bogor.
Namun demikian, kata dia, untuk kuota pastinya, saat ini masih nunggu juknis resmi. "Untuk pastinya masih menunggu juknis resmi," tukasnya. (faj)
Editor : Yosep Awaludin